Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sekjen Hizbullah Nyatakan Siap Hentikan Agresi Israel dan Gagalkan Seluruh Rencana Ekspansinya

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qasim, menegaskan bahwa perlawanan terhadap Israel akan terus diperkuat untuk menghentikan agresi dan menggagalkan rencana-rencana Zionis. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya memperingati Yaumul Quds Internasional pada Sabtu malam (29/3), yang digelar sebagai simbol perlawanan global terhadap penindasan dan dominasi kekuatan asing.

Yaumul Quds dan Perjuangan Palestina yang Kian Menguat

Sheikh Qasim menyoroti bahwa perjuangan rakyat Palestina kini semakin mengakar di tengah masyarakat dan terus bergerak maju dengan keteguhan. “Yaumul Quds tidak lagi sekadar isu Palestina, melainkan telah menjadi gerakan global bagi siapa pun yang menentang ketidakadilan,” tegasnya.

Menurutnya, sejak deklarasi Yaumul Quds, banyak perkembangan signifikan di kawasan yang mendorong perjuangan pembebasan Palestina. “Kini, kita berhadapan dengan perlawanan Palestina yang memiliki akar kuat di masyarakatnya. Tujuan mereka jelas: membebaskan tanah mereka dari laut hingga sungai,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Operasi Badai Al-Aqsa telah mengubah narasi Palestina menjadi isu dunia, menarik perhatian internasional terhadap penderitaan rakyat Palestina di bawah pendudukan Israel.

Hizbullah: Kekuatan Utama Hadapi Zionis

Dalam konteks Lebanon, Sheikh Qasim menegaskan Hizbullah kini memainkan peran sentral dalam melawan rezim Zionis. “Hari ini, kami menjadi kekuatan utama yang menghadapi Israel. Transformasi besar sedang terjadi, dan ini akan berdampak pada keseimbangan kekuatan di kawasan,” ucapnya.

Ia mengkritik kebijakan ekspansionis Israel selama 75 tahun terakhir, yang menurutnya didorong oleh ambisi imperialistik. Namun, ia meyakini bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah menyerah. “Hak mereka dijanjikan dalam Kitab Allah, dan kemenangan akhir akan menjadi milik mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sheikh Qasim menegaskan komitmen Hizbullah terhadap perjuangan Palestina dan pembebasan tempat-tempat suci, termasuk Masjid Al-Aqsa. “Ini adalah kewajiban moral dan agama. Kami tak akan berhenti hingga tanah suci ini bebas dari cengkeraman Zionis,” katanya.

Ia juga menyatakan kesetiaan Hizbullah pada garis perjuangan Imam Khomeini dan kepemimpinan Imam Khamenei. “Kami berpegang teguh pada kepemimpinan Imam Khamenei dan akan terus berjuang di jalur perlawanan ini, berapa pun harga yang harus dibayar,” tambahnya.

Ancaman Israel terhadap Lebanon dan Perlawanan yang Tak Kenal Lelah

Sheikh Qasim memperingatkan bahwa Israel terus memasukkan Lebanon dalam agenda ekspansionisnya. “Selatan Lebanon tetap menjadi target mereka. Mereka berusaha memperluas pendudukan dengan segala cara,” ujarnya.

Ia menyebut gerakan militer Israel di wilayah Hula dan Shama sebagai bukti niat ekspansif mereka. Namun, ia meyakini bahwa perlawanan Hizbullah mampu menggagalkan setiap agresi. “Kami telah membuktikannya dalam Pertempuran Uli al-Bas. Kemenangan bukan hanya soal merebut wilayah, tapi juga mencegah musuh mencapai tujuan strategisnya,” tegasnya.

Penolakan Keras terhadap Normalisasi dengan Israel

Mengenai isu normalisasi hubungan dengan Israel, Sheikh Qasim menegaskan sikap tegas Hizbullah. “Kami tak akan biarkan Zionis mencapai tujuannya lewat politik atau diplomasi setelah mereka gagal secara militer,” katanya.

Ia menekankan bahwa pemerintah Lebanon harus konsisten menolak normalisasi dan mengambil sikap tegas terhadap agresi Israel. “Serangan mereka tak boleh dibiarkan. Setiap agresi harus dibalas dengan setimpal,” tegasnya.

Peran Hizbullah dalam Politik dan Stabilitas Lebanon

Sheikh Qasim juga menyoroti peran Hizbullah dalam politik Lebanon, menyatakan bahwa partainya bersama Gerakan Amal telah berkontribusi dalam menciptakan pemerintahan yang stabil. “Stabilitas nasional hanya bisa tercapai jika semua elemen masyarakat terlibat,” ujarnya.

Ia menuntut penarikan total Israel dari Lebanon tanpa syarat dan mendorong rekonstruksi tanpa bergantung pada pihak asing. “Pendudukan mereka harus berakhir. Lebanon harus bangkit dengan kekuatan sendiri,” tegasnya.

Di akhir pidato, ia mengimbau tentara Lebanon untuk lebih aktif melindungi warga di perbatasan Lebanon-Suriah dan bersikap tegas terhadap ancaman eksternal.

Dengan pidato ini, Hizbullah kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan Perlawanan utama terhadap Israel, sambil menyerukan persatuan regional untuk menghadapi ancaman Zionis. Pesannya jelas: Perlawanan akan terus berlanjut, dan kemenangan adalah keniscayaan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *