Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Khalil al-Hayyah: Senjata Perlawanan adalah Garis Merah Kami

POROS PERLAWANAN – Pimpinan Gerakan Hamas di Gaza menegaskan bahwa senjata perlawanan merupakan garis merah bagi kelompoknya. Dan menekankan Israel adalah pihak yang telah melanggar perjanjian gencatan senjata.

Menurut laporan Al Jazeera pada Minggu (30/3), Khalil al-Hayyah, seorang tokoh senior Hamas di Gaza, menyatakan: “Senjata perlawanan adalah garis merah, dan Israel telah melanggar perjanjian tersebut.”

Ia menambahkan: “Keteguhan rakyat Palestina di tanahnya, meskipun menghadapi kesulitan berat, adalah batu karang yang akan menggagalkan semua rencana musuh.”

Pimpinan Hamas itu juga mengkritik pendekatan rezim Israel dalam proses negosiasi. Menurutnya, Israel sengaja mengulur waktu dan menghindari komitmennya terhadap perjanjian demi mempertahankan pemerintahan kriminal Netanyahu.

Al-Hayyah menegaskan: “Selama setahun terakhir, Perdana Menteri Israel, melalui berbagai tipu daya, telah menggagalkan semua upaya mediator untuk mencapai kesepakatan.”

Mengenai kepatuhan Hamas terhadap perjanjian, ia menyatakan: “Kami telah memenuhi semua klausul perjanjian, sementara pasukan pendudukan Israel justru berulang kali melanggarnya.”

Di sisi lain, al-Hayyah mengumumkan bahwa pembicaraan mengenai pembentukan “Komite Dukungan Sosial” di Gaza telah mencapai tahap lanjutan.

Ia kembali menegaskan senjata perlawanan adalah garis merah yang tidak bisa dinegosiasikan. Selain itu, ia mengonfirmasi bahwa Hamas telah menerima proposal dari mediator Mesir dan Qatar dalam dua hari terakhir. “Kami menanggapi proposal tersebut secara positif dan menyetujuinya,” ujarnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *