Poros Perlawanan Janji Akhiri Kehidupan Memalukan Rezim Penjajah Palestina
POROS PERLAWANAN – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Poros Perlawanan akan mengakhiri penjajahan Israel di Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis 3 April, dalam rangka memperingati tahun pertama kesyahidan para komandan IRGC yang gugur saat bertugas di Suriah.
“Dengan rahmat Allah, Poros Perlawanan, terutama para pejuang Palestina yang gagah berani, pada akhirnya akan mengakhiri kehidupan memalukan para penjajah Palestina.”
Menurut Kantor Berita Mehr, IRGC menegaskan bahwa kesyahidan para Komandan pemberani dari Poros Perlawanan dan Pembela Makam Suci—Mayor Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan Brigadir Jenderal Mohammad Hadi Haji Rahimi—serta para perwira dan penasihat yang gugur dalam serangan rudal rezim Zionis terhadap gedung Konsulat Republik Islam Iran di Damaskus, merupakan bukti nyata dari perlawanan terhadap arogansi dan Zionisme. IRGC menegaskan bahwa perjuangan ini adalah kebenaran yang tak terbantahkan dan akan membawa kemenangan akhir.
Serangan Zionis yang Melanggar Hukum Internasional
Sebagian dari pernyataan tersebut berbunyi: “Setelah operasi heroik dan bersejarah Operasi Badai Al-Aqsa, yang mengakibatkan kekalahan strategis yang tak dapat diperbaiki bagi rezim Zionis, kelompok Zionis yang brutal beserta sekutu dan kaki tangannya memperluas cakupan kejahatan mereka, tidak hanya di Gaza yang heroik, tetapi juga ke Suriah dan Lebanon. Pada Senin, 1 April 2024, pesawat-pesawat tempur rezim palsu tersebut melakukan serangan rudal terhadap gedung Konsulat Republik Islam Iran di Damaskus, sebuah tindakan yang secara jelas melanggar hukum internasional.
Serangan brutal itu menewaskan para Komandan pemberani dari Makam Suci, yaitu Mayor Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan Brigadir Jenderal Mohammad Hadi Haji Rahimi, yang merupakan veteran terhormat dalam Pertahanan Suci serta Penasihat Militer senior Iran di Suriah. Selain itu, lima perwira pendamping mereka—Syuhada Hossein Amanollahi, Sayyid Mehdi Jalalati, Mohsen Sedaghat, Ali Agha Babaei, dan Sayyid Ali Salehi Roozbahani—juga gugur. Kejahatan ini bertujuan untuk melemahkan garis depan Perlawanan serta menghilangkan dukungan dan persahabatan rakyat Iran dalam perjuangan pembebasan Al-Quds yang mulia.
Zionis Tak Mampu Membendung Semangat Perlawanan
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa, bertentangan dengan harapan rezim Zionis, kejahatan ini tidak akan mampu membungkam semangat kemenangan Perlawanan. Sebaliknya, kejadian-kejadian pascaserangan ini semakin membuktikan bahwa mitos ketangguhan militer dan intelijen Zionis telah runtuh. Keamanan serta stabilitas politik rezim palsu tersebut semakin goyah hingga akhirnya mereka dipaksa menerima gencatan senjata secara memalukan di hadapan keteguhan iman dan tekad baja para pejuang Palestina, terutama Hamas.
Pernyataan tersebut juga menyoroti perjuangan dan keteladanan para Jenderal Iran yang gugur, khususnya Syahid Mohammad Reza Zahedi. Disebutkan bahwa Mayor Jenderal IRGC Zahedi adalah sosok berbudi luhur yang dikenal karena keberanian, kesalehan, serta kepemimpinannya yang bijaksana. Selama lebih dari empat dekade, ia berperan penting dalam mempertahankan Revolusi, sistem, serta Tanah Air Islam melalui berbagai tugas strategis. Dedikasinya telah menginspirasi para pejuang Iran dan mujahidin di seluruh Kawasan dalam perjuangan pembebasan Palestina dan Al-Quds.
Perlawanan Akan Berlanjut Hingga Pembebasan al-Quds
Sebagai penutup, pernyataan tersebut berisi penghormatan kepada para syuhada dari serangan rezim Zionis di Damaskus pada April tahun lalu, serta seluruh syuhada lainnya di jalan perlawanan, termasuk Syahid Haji Qassem Soleimani. IRGC menegaskan bahwa meskipun Zionis dan Amerika terus berusaha mengacaukan Kawasan, mereka tidak akan mampu menghentikan kemunduran dan kehancuran Rezim Pendudukan Yerusalem (al-Quds).
Dengan rahmat Allah, Poros Perlawanan, terutama para pejuang Palestina yang gagah berani dan didukung oleh solidaritas bangsa-bangsa di seluruh dunia—termasuk di Eropa dan Amerika—akan mengakhiri kehidupan memalukan para penjajah Palestina. Pada akhirnya, pembebasan Yerusalem, kiblat pertama umat Islam, akan menjadi berita utama di seluruh dunia.
