Operasi Gabungan Canggih Yaman Melawan USS Truman di Laut Merah
POROS PERLAWANAN – Angkatan Bersenjata Yaman pada Kamis 3 April mengumumkan pelaksanaan operasi militer tingkat lanjut terhadap target-target Amerika Serikat di Laut Merah. Mereka menyatakan bahwa Angkatan Laut Yaman, Unit Pesawat Nirawak, dan Pasukan Rudal terlibat dalam serangan terhadap kapal induk AS, USS Truman, sebagai balasan atas serangan AS yang menggunakan rudal jelajah dan pesawat nirawak.
Menurut Tasnim News Agency International Group, Angkatan Bersenjata Yaman dalam pernyataan keduanya pada Kamis mengonfirmasi bahwa pasukan Yaman telah melancarkan operasi lanjutan terhadap target-target AS di Laut Merah.
Dalam pernyataan tersebut, pasukan Amerika secara terbuka menyerang sejumlah daerah di Provinsi Sanaa, Saada, dan beberapa provinsi lain di Yaman dengan lebih dari 36 serangan udara dalam beberapa jam terakhir. Serangan ini mengakibatkan gugur dan terlukanya sejumlah warga Yaman.
Pernyataan itu menegaskan: “Sebagai balasan atas agresi ini, Angkatan Laut, Unit Pesawat Nirawak, dan Pasukan Rudal Angkatan Bersenjata Yaman—dengan pertolongan Allah Yang Maha Kuasa—telah melaksanakan operasi militer gabungan yang canggih. Mereka menyerang kapal induk Amerika, USS Truman, beserta kapal-kapal pendukungnya di Laut Merah bagian utara menggunakan sejumlah rudal jelajah dan pesawat nirawak. Berkat karunia Allah, operasi ini berhasil mencapai tujuannya. Pertempuran berlangsung selama berjam-jam, dan sebagian dari rencana musuh untuk menyerang negara kami berhasil digagalkan.”
Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan bahwa dengan pertolongan Allah, mereka akan terus menargetkan semua kapal perang Amerika dan sumber ancaman lain di wilayah operasi yang telah diumumkan. Mereka menambahkan agresi kriminal AS tidak akan menghentikan Yaman dalam memenuhi kewajiban agama, moral, dan kemanusiaannya terhadap rakyat Palestina yang tertindas. Operasi militer Yaman akan terus berlanjut hingga jauh ke dalam wilayah Palestina yang Diduduki dan tidak akan berhenti sampai agresi terhadap Gaza berakhir serta blokade di Jalur Gaza dicabut.
Sebelumnya, dalam pernyataan pertamanya pada hari yang sama, Angkatan Bersenjata Yaman juga mengumumkan bahwa—dalam rangka mendukung rakyat Palestina yang tertindas dan pejuangnya, serta sebagai balasan atas agresi AS terhadap Yaman—Satuan Pertahanan Udara mereka, dengan pertolongan Allah, berhasil menembak jatuh pesawat nirawak (drone) MQ-9 milik AS saat sedang melaksanakan misi agresif di wilayah udara Provinsi Hudaidah. Drone tersebut dijatuhkan menggunakan rudal permukaan-ke-udara buatan dalam negeri.
Menurut pernyataan itu, ini adalah pesawat nirawak kedua yang berhasil dijatuhkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman dalam 72 jam terakhir, sekaligus menjadi pesawat musuh ketujuh belas yang ditembak jatuh sejak dimulainya “Pertempuran Penaklukan yang Dijanjikan dan Jihad Suci” dalam rangka mendukung Gaza.
