Rakyat Aljazair dan Yordania Gelar Aksi Protes Menentang AS dan Rezim Zionis
POROS PERLAWANAN — Ribuan warga Aljazair turun ke jalan di Ibu Kota Aljir, pada Jumat 4 April, untuk menyatakan solidaritas terhadap rakyat Gaza dan mengecam kejahatan yang dilakukan oleh rezim Zionis. Aksi tersebut juga ditujukan sebagai protes terhadap dukungan Amerika Serikat terhadap Israel.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim News, demonstrasi besar ini berlangsung di tengah kecaman terhadap genosida yang terjadi di Jalur Gaza. Di saat banyak negara Arab dan Islam memilih bungkam akibat tekanan rezim otoriter serta kebijakan represif yang berafiliasi dengan Amerika Serikat, rakyat Aljazair menunjukkan sikap tegas menentang penjajahan dan kekerasan yang terus berlangsung.
Berbagai elemen masyarakat berpartisipasi dalam aksi damai ini, menyerukan penghentian agresi Israel terhadap Gaza dan menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang mendukung kejahatan tersebut. Para demonstran berupaya mendekati Kedutaan Besar AS di Aljir, namun dihadang oleh aparat kepolisian. Mereka menyerukan penutupan kedutaan tersebut dan pengusiran duta besar AS dari Aljazair.
Dalam aksi tersebut, massa meneriakkan yel-yel: “Sungguh memalukan bagi mereka yang menjual Gaza demi dolar!”, sebagai sindiran keras terhadap negara-negara Arab yang menjalin hubungan erat dengan Israel dan Amerika Serikat.
Sementara itu, di bu Kota Yordania, Amman, warga kembali menggelar demonstrasi di sekitar Kedutaan Besar AS. Mereka menuntut penghentian dukungan Amerika terhadap agresi Israel dan menyuarakan kemarahan atas kejahatan perang serta pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Gaza. Aparat keamanan Yordania mencegah massa untuk mendekati kawasan kedutaan.
Aksi solidaritas serupa juga berlangsung di Ibu Kota Mauritania, Nouakchott. Ribuan warga berkumpul untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dan mengecam kekejaman rezim Zionis. Di Libya, warga menggelar unjuk rasa di Tripoli, menyatakan dukungan penuh kepada Gaza dan mengecam keras kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel.
Gelombang protes juga terjadi di berbagai kota di Maroko. Masyarakat turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas kepada warga Gaza yang terus menjadi korban kekerasan, sekaligus mengecam keras agresi militer yang dilakukan oleh Israel.
