Fidan: Turki Tak Ingin Berkonfrontasi dengan Israel di Suriah
POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan menegaskan bahwa negaranya tidak mencari konfrontasi dengan Israel di Suriah. Pernyataan ini disampaikan menyusul serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Israel terhadap wilayah Suriah.
Dilansir Al Jazeera, Fidan menyampaikan sikap resmi Turki tersebut pada Jumat 4 April, di sela-sela pertemuan para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota NATO yang digelar di Brussels.
“Turki tidak menginginkan konfrontasi dengan Israel di Suriah,” ujar Fidan. Ia menilai bahwa tindakan Israel justru membuka jalan bagi ketidakstabilan jangka panjang di kawasan tersebut.
Terkait kemungkinan adanya pendekatan antara Damaskus dan Tel Aviv, Fidan menyatakan, “Jika Pemerintah baru di Damaskus ingin mencapai kesepahaman tertentu dengan Israel, itu menjadi keputusan mereka.”
Dalam pernyataannya, Fidan juga menyinggung posisi Turki terhadap Iran. “Diplomasi diperlukan, dan kami tidak ingin melakukan serangan terhadap Iran,” tegasnya.
Mengenai konflik di Ukraina, Fidan menyambut baik upaya Amerika Serikat untuk mengakhiri perang, namun ia mengakui bahwa mencapai kesepakatan damai bukanlah hal yang mudah.
“Soal jaminan keamanan bagi Ukraina, harus ada mekanisme pencegahan yang efektif untuk menghindari dimulainya kembali perang,” katanya.
Ia juga menyinggung dinamika politik di Amerika Serikat. Menurutnya, “Perubahan kebijakan di bawah kepemimpinan Trump dapat menjadi peluang bagi Eropa, yang selama ini terlalu bergantung pada Amerika sejak era Perang Dingin.”
Fidan menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa tanpa dukungan Amerika Serikat, Eropa tidak akan mampu memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina secara mandiri.
