Konspirasi Israel Demi Lebih Mudah Duduki Gaza
POROS PERLAWANAN – Menteri Perang Rezim Zionis, Yisrael Katz pada Minggu 13 April mengumumkan, blokade atas Gaza akan menjadikannya lebih sempit dan terisolasi.
Diberitakan Fars, Katz berkata bahwa warga Gaza akan terpaksa hengkang dari kawasan-kawasan perang. Menurutnya, Militer Israel telah menduduki koridor Morag sepenuhnya; koridor yang memisahkan Khan Younis dari Rafah.
Katz menyatakan, kawasan yang terletak antara koridor Philadelphia dan Morag telah berubah menjadi bagian dari kawasan keamanan Israel.
“Militer Israel berusaha memperluas perbatasan utara Gaza sebagai bagian dari kawasan keamanan. Tujuannya adalah melindungi permukiman-permukiman,” ujar Katz.
Daerah yang terletak antara koridor Philadelphia di selatan dan koridor Morag di utara membentuk seperlima luas Gaza. Sekitar 200 ribu warga Palestina tinggal di sana sebelum perang. Namun saat ini, lantaran kerusakan yang disebabkan Militer Israel, daerah tersebut nyaris tak berpenghuni.
Militer Israel juga memaksa warga yang masih tinggal untuk meninggalkan daerah tersebut, sebab Israel berniat akan memperluas kawasan penghalang. Sebab itu, dengan tindakan ini bagian besar dari Jalur Gaza dan kota Gaza praktis masuk ke Tanah Pendudukan serta terpisah dari perbatasan Mesir.
Koridor Morag adalah sebuah daerah strategis lantaran posisi geografisnya. Koridor ini memiliki luas 74 km persegi, yang merupakan 20 persen dari total luas 360 km persegi Gaza.
Koridor ini penting karena ia adalah jalur utama terpenting untuk transportasi barang dari selatan ke utara Gaza. Sebab itu, keberadaan Militer Israel di koridor itu akan menghalangi Gaza mendapatkan pemasukan terpenting dari sektor pertaniannya, karena Rafah adalah salah satu sumber terpenting pangan dan buah-buahan musim panas di Gaza. Dengan demikian, pengadaan koridor ini sama saja dengan pemindahan paksa, sebab warga kawasan itu berada dalam pengepungan total Militer Israel. Gaza juga secara bertahap akan menjadi kawasan yang tidak bisa ditempati.
