Media Zionis: Israel Gusar Perundingan Iran-AS Tak Berjalan Sesuai Keinginannya
POROS PERLAWANAN – Harian Yedioth Ahronoth pada Minggu 13 April mengeklaim, para pejabat Israel menentang “kesepakatan buruk” AS dengan Iran. Mereka menghendaki perundingan itu gagal dan memprioritaskan opsi militer.
Diberitakan Fars, media-media Israel melaporkan bahwa para petinggi Tel Aviv tidak senang mendengar berita tentang perundingan nuklir Iran-AS di Oman.
Menurut Ahronoth, Tel Aviv khawatir bahwa tawaran-tawaran perdana AS dalam perundingan itu tidak meliputi penghapusan program nuklir Iran berdasarkan “model Libya”; usulan yang diajukan Benyamin Netanyahu kepada Donald Trump sebelum ini.
Meski orang-orang Israel belum menyatakan sikap secara resmi, namun berdasarkan laporan Ahronoth, para pejabat Zionis secara pribadi menegaskan bahwa kesepakatan potensial Iran dengan Pemerintahan Trump akan menjadi problem bagi Tel Aviv.
Salah satu kekhawatiran utama adalah prediksi bahwa Trump akan meninggalkan panggung kekuasaan usai periode kepresidenannya berakhir. Setelah keluarnya Trump dari Gedung Putih, Israel cemas kesepakatan potensial saat ini tidak bisa menghalangi kemajuan program nuklir Iran.
Ahronoth melaporkan, sebagian pihak di Israel berharap perundingan ini gagal dan opsi militer akan digulirkan. Harian ini mengeklaim, kekhawatiran Israel lainnya adalah Trump mungkin siap berkompromi dengan Iran demi menghindari konfrontasi langsung dengan Tehran.
Sebelum perundingan dimulai, Panglima Angkatan Udara Israel, Tomer Bar telah melawat ke Washington dan bertemu dengan kolega AS-nya di Pentagon. Sebelum ini, Militer Israel tidak memberitakan lawatan tersebut, yang bisa menandakan pentingnya lawatan itu. Sebab, berdasarkan klaim Ahronoth, Israel berasumsi AS akan berpaling ke opsi militer jika opsi diplomasi gagal.
Di sisi lain, Ahronoth menyebut Menlu Iran, Abbas Araghchi sebagai “spesialis perundingan.” Harian ini menyatakan, para petinggi Israel khawatir Araghchi tampil dengan baik di hadapan delegasi AS.
