Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Gugat Tarif Trump, Negara Bagian Terkaya Amerika: ‘Ini Gol Bunuh Diri Terburuk!’

Negara Bagian Terkaya Amerika Gugat Tarif Trump: Ini Gol Bunuh Diri Terburuk!

POROS PERLAWANAN – Perang tarif global yang dikobarkan Presiden Donald Trump kini mulai memakan korban dari dalam negeri sendiri. Negara bagian terkaya dan paling produktif di Amerika Serikat, California, resmi menggugat kebijakan tarif Trump yang dinilai merusak ekonomi nasional dan menindas rakyatnya sendiri.

Gugatan hukum tersebut diajukan langsung oleh Gubernur California Gavin Newsom pada Rabu (16/4/2025), menyusul dampak serius yang dialami sektor industri dan pertanian negara bagian itu akibat serangkaian tarif balasan dari negara-negara mitra dagang AS.

“Ini adalah gol bunuh diri terburuk dalam sejarah negeri ini. Salah satu tindakan paling merusak dalam sejarah Amerika modern,” kecam Newsom dalam pernyataan kepada pers, sebagaimana dikutip Agence France-Presse (AFP) pada Jumat (18/4).

Menurut Newsom, kebijakan ekonomi Trump bukan hanya tidak rasional, tetapi secara aktif menyabotase kehidupan warga Amerika sehari-hari, termasuk para pendukung fanatiknya sendiri.

“Ini adalah personifikasi dari korupsi… omong kosong yang dipertontonkan terang-terangan, setiap menit, setiap jam, setiap hari. Dan kita diminta duduk diam menyaksikan semua ini?” tegasnya.

Jaksa Agung California, Rob Bonta, juga mendukung penuh gugatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan Trump melampaui batas konstitusional dan mengkhianati prinsip checks and balances yang menjadi fondasi sistem pemerintahan AS.

“Wewenang mengenakan tarif ada di tangan Kongres. Sesederhana itu. Trump tidak memiliki hak legal untuk memberlakukan tarif ini. Dia harus dihentikan,” kata Bonta, menuding Trump bertindak seolah-olah kebal hukum dan di atas negara.

Gugatan ini menjadi preseden pertama kalinya sebuah negara bagian AS secara resmi menantang tarif Trump di pengadilan. Fokus utama gugatan adalah penyalahgunaan kekuasaan darurat yang diklaim Trump sebagai dasar legal untuk memaksakan tarif sepihak.

California, yang merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia melampaui mayoritas negara dan seluruh negara bagian AS menjadi jantung manufaktur dan pertanian AS. Negara bagian ini menyumbang lebih dari 14% PDB nasional, menjadikannya target paling terdampak dari kebijakan ekonomi yang sembrono.

Tarif Trump telah memicu kemarahan global. Beberapa pekan lalu, Washington mengumumkan gelombang tarif baru terhadap sejumlah negara, yang segera dibalas keras oleh mitra dagang utama seperti Tiongkok. Beijing, dalam responsnya, menetapkan tarif hingga 125% terhadap produk AS. Tak mau kalah, Trump merancang tarif balasan yang bahkan lebih tinggi, mencapai 245% untuk barang-barang asal Tiongkok.

Ironisnya, langkah-langkah yang digembar-gemborkan sebagai bentuk “perlindungan ekonomi nasional” itu justru mempercepat pembusukan dari dalam. Kebijakan tarif Trump bukan sekadar manuver dagang, tapi cermin dari sistem yang sedang runtuh oleh tangannya sendiri. Kapitalisme imperialis yang dulu menjual mimpi kemakmuran kini menjual kekacauan kepada rakyatnya.

Trump, dengan gaya koboi ekonominya, menjadi simbol disintegrasi moral dan politik di pusat imperium. Ketika negara bagian seperti California mulai melawan Washington, yang tampak bukan lagi kesatuan nasional, melainkan kekaisaran yang mulai keropos dari dalam, dimakan ambisi otokrat yang memanipulasi hukum demi membungkus kebijakan fasis dalam jargon nasionalisme.

Dari luar, dunia menyaksikan: tak perlu bom asing untuk menghancurkan AS; kerakusan, kesombongan, dan kegilaan pemimpinnya sudah cukup.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *