Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Diplomasi Bayangan di Roma: Iran-AS Sepakat Lanjutkan Perundingan Nuklir di Muscat

Diplomasi Bayangan di Roma: Iran-AS Sepakat Lanjutkan Perundingan Nuklir di Muscat

POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengonfirmasi bahwa putaran kedua perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat telah rampung di Roma pada Sabtu 19 April, dengan kesepakatan untuk melanjutkan dialog pekan depan di Muscat, Oman.

Menurut laporan Tasnim News Agency, pertemuan ini digelar dengan mediasi dan fasilitasi Menteri Luar Negeri Oman. Delegasi Iran dipimpin langsung oleh Sayyid Abbas Araghchi, sementara pihak AS diwakili oleh Perwakilan Khusus Presiden AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff; figur yang belakangan kerap disebut sebagai arsitek “diplomasi Tekanan Maksimum” versi baru.

Pernyataan resmi Kemlu Iran menyebutkan bahwa selama perundingan di Roma, kedua pihak memetakan kerangka umum pembicaraan dan saling bertukar pandangan mengenai dua isu sentral: pencabutan sanksi ekonomi serta jaminan atas sifat damai program nuklir Iran.

Meski dibungkus dalam bahasa diplomatik, sumber-sumber internal menegaskan bahwa Iran tetap menekankan perlunya tindakan konkret dari pihak AS, bukan sekadar janji verbal atau mekanisme bertahap yang rawan disabotase Washington di kemudian hari.

Sebagai kelanjutan dari pembicaraan ini, Muscat akan menjadi tuan rumah putaran teknis pada Rabu mendatang, di mana delegasi ahli kedua negara dijadwalkan bertemu. Forum teknis ini akan membahas detail operasional mengenai pencabutan sanksi yang selama ini mencekik ekonomi Iran, serta aspek transparansi program nuklir yang kerap dijadikan dalih Barat untuk menjustifikasi tekanan politik.

Meskipun proses ini masih jauh dari penyelesaian final, kesepakatan untuk melanjutkan pembicaraan menunjukkan bahwa medan diplomasi, betapapun rapuh dan penuh ranjau, masih tetap dipertahankan di tengah intensitas manuver AS dan sekutunya di Kawasan.

Sejumlah pengamat menilai bahwa dinamika ini mencerminkan upaya Washington untuk menahan laju eskalasi di Timur Tengah pascakegagalan strategi “deterrence” terhadap Gerakan Poros Perlawanan, khususnya setelah konstelasi geopolitik Kawasan berubah drastis sejak agresi total Zionis terhadap Gaza dan respons regional yang menyertainya.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *