Kondisi Terkini Ledakan di Area Pelabuhan Shahid Rajai
POROS PERLAWANAN – Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Pelabuhan Shahid Rajai di Bandar Abbas, Iran bagian selatan, pada hari Sabtu (26/4/2025) waktu setempat. Ledakan terasa hingga Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.
Makizadeh, Wakil Kepala Kelautan Dinas Pelabuhan dan Maritim Hormozgan, melaporkan bahwa ledakan terjadi di salah satu dermaga. “Kami sedang berupaya memadamkan api,” ujarnya.
Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk mengosongkan jalur menuju lokasi guna memperlancar lalu lintas kendaraan darurat. Selahshoor, Ketua Palang Merah Provinsi Hormozgan, mengatakan empat tim respons cepat telah dikerahkan ke lokasi insiden.
7 Tim Bantuan Dikerahkan ke Lokasi
Babat Mohammadi, Kepala Organisasi Penyelamatan Palang Merah, menambahkan bahwa total tujuh tim operasional kini berada di lokasi, termasuk tim penyelamat dan paramedis.
Organisasi Ambulans Nasional juga mengirimkan dua ambulans laut ke area pelabuhan.
Ledakan Terlihat dari Kapal Laut
Sumber lapangan melaporkan bahwa ledakan dan asap pekat dapat terlihat dari kapal-kapal yang melintas di sekitar pelabuhan.
Tidak Terkait Fasilitas Minyak
Perusahaan Nasional Penyulingan dan Distribusi Produk Minyak Iran menegaskan bahwa ledakan ini tidak berhubungan dengan kilang minyak, tangki bahan bakar, jaringan distribusi, atau pipa minyak.
Operasional kilang di Bandar Abbas tetap berjalan normal.
Peralatan pemadam kebakaran dari seluruh perusahaan minyak di wilayah tersebut juga telah disiagakan untuk membantu pemadaman.
Korban Luka Dibawa ke Pusat Medis
Mehrdad Hassanzadeh, Kepala Manajemen Krisis Hormozgan, mengungkapkan bahwa proses pemadaman masih berlangsung dan evakuasi korban sedang dilakukan.
Presiden Masoud Pezeshkian Perintahkan Investigasi
Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan memerintahkan investigasi menyeluruh. Menteri Dalam Negeri Eskandar Mo’meni telah dikirim ke Bandar Abbas untuk memantau langsung penanganan insiden, berkoordinasi dengan Gubernur Hormozgan, Mohammad Ashouri.
Menteri Kesehatan juga memerintahkan jajaran terkait untuk mempercepat penanganan medis terhadap para korban.
Truk-Truk Dievakuasi dari Area Pelabuhan
Bea Cukai Iran mengumumkan bahwa seluruh truk yang telah menyelesaikan proses kepabeanan sedang dievakuasi dari pelabuhan.
Ledakan terjadi dalam radius 2 km dari gedung administrasi bea cukai. Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa di kalangan petugas bea cukai.
Penyebab Ledakan Masih Diselidiki
Hossein Zafari, Juru Bicara Organisasi Manajemen Krisis Nasional, menyatakan bahwa ledakan dipicu oleh kontainer berisi bahan kimia.
“Insiden ini bersifat tak terduga. Api masih belum sepenuhnya padam,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihak yang terbukti lalai akan ditindak tegas setelah situasi terkendali.
Insiden Serupa Pernah Terjadi
Gubernur Hormozgan, Mohammad Ashouri, menyatakan bahwa rumah sakit di wilayahnya siap menerima korban.
Ia mengingatkan bahwa insiden serupa juga pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
Kronologi Ledakan
Menurut laporan langsung dari Mehdi Khosravi, reporter Fars, kebakaran awal terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat di area kontainer milik Perusahaan Sina. Suhu udara mencapai 40°C dan keberadaan bahan mudah terbakar mempercepat penyebaran api hingga memicu ledakan besar.
Asap hitam pekat membubung tinggi, dan bau belerang tercium di sekitar lokasi.
Korban Jiwa dan Luka
Babat Yektaparast, Juru Bicara Organisasi Ambulans, melaporkan bahwa jumlah korban luka mencapai 516 orang. Sebanyak 60 korban dirawat di RS Shahid Mohammadi, 45 di RS Syed al-Shuhada, 16 di RS Khatam al-Anbiya, 120 di RS Saheb al-Zaman, dan 40 di RS Persian Gulf.
Selain itu, 90 tempat tidur di rumah sakit Shiraz telah disiapkan untuk korban tambahan.
Kepala Manajemen Krisis Hormozgan mengonfirmasi bahwa korban tewas bertambah menjadi lima orang. Helikopter telah dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemadaman.
Investigasi Masih Berlangsung
Juru Bicara Pemerintah, Fatemeh Mohajerani, meminta media dan masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden sebelum investigasi resmi selesai.
Operasional Pelabuhan Ditangguhkan
Makizadeh mengumumkan bahwa seluruh kegiatan operasional di Pelabuhan Shahid Rajai ditangguhkan sementara untuk mendukung upaya pemadaman dan evakuasi.
Peringatan Kejaksaan
Kejaksaan Agung Iran mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi palsu terkait insiden ini dan berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang menyebarkan hoaks.
Bantuan Darurat dan Evakuasi Korban
Hossein Ghasemi, Kepala Unit Gawat Darurat Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, melaporkan bahwa 15 ambulans dan dua helikopter telah dikerahkan. Selain itu, lima helikopter tambahan dikirim oleh Palang Merah Iran untuk mendukung upaya pemadaman udara.
Warga Antre Donor Darah
Warga Bandar Abbas berbondong-bondong mendonorkan darah di pusat-pusat transfusi sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban.
Juru Bicara Organisasi Transfusi Darah Iran mengumumkan bahwa stok darah tambahan, terutama golongan darah +O, telah dikirim dari sejumlah provinsi seperti Gilan, Tehran, Yazd, Hamedan, Kerman, Khorasan Utara, dan Isfahan.
Sumber dan referensi: Farsnews, Mehrnews, Tasnimnews dan IRNA.
