CNN: Yaman Sukses Halangi AS Masuki Tahap Kedua Agresi
POROS PERLAWANAN – Para pejabat AS mengakui bahwa meski telah melancarkan rangkaian serangan berat berbiaya besar ke Yaman, operasi yang dimulai oleh Donald Trump terhadap negara tersebut menemui jalan buntu.
Mengutip dari sejumlah pejabat AS, CNN melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman dalam satu bulan terakhir telah merontokkan sedikitnya 7 drone AS. Dengan demikian, Yaman telah mencegah dimulainya eksekusi tahap kedua operasi yang diumumkan Trump pada Maret silam.
“Menurut beberapa pejabat resmi, Houthi dalam tempo 6 pekan terakhir telah sukses menembak jatuh sedikitnya 7 drone berharga jutaan Dolar milik AS. Hal ini menyebabkan AS tidak mampu memasuki tahap kedua operasi terhadap kelompok tersebut,” lapor jurnalis CNN, Natasha Bertrand, dilansir Fars.
“Para pejabat mengatakan, AS berharap bisa mendapatkan keunggulan udara dalam tempo 30 hari atas Yaman. Mereka berharap bisa melemahkan sistem pertahanan udara Houthi secara memadai, sehingga bisa memulai tahap baru untuk fokus meningkatkan informasi, identifikasi, dan pengawasan atas para pimpinan senior Houthi demi menargetkan serta membunuh mereka.”
“Dalam pandangan para pejabat, salah satu sarana paling relevan untuk upaya (memata-matai para petinggi Ansharullah) ini adalah drone-drone MQ-9 Reaper, yang terus menerus ditembak jatuh. Pada hakikatnya, Houthi semakin mahir dari hari ke hari dalam merontokkannya.”
Hingga kini, Angkatan Bersenjata Yaman sukses menembak jatuh lebih dari 20 drone MQ-9 Reaper, yang masing-masing berharga 30 juta Dolar, di langit Yaman. Berdasarkan laporan media-media AS, Washington tidak memiliki pasukan darat di Yaman. Sebab itu, mereka mengandalkan drone-drone, terutama tipe MQ-9, untuk melakukan pengawasan dari udara. Tujuannya adalah mengevaluasi kerugian yang menimpa Militer Yaman dan melacak pergerakan mereka. Namun, Militer Yaman paham benar cara membutakan mata AS.
