Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Permintaan Absurd Trump: Kapal-kapal AS Lintasi Kanal Panama dan Suez Tanpa Dipungut Bayaran

Permintaan Absurd Trump: Kapal-kapal AS Lintasi Kanal Panama dan Suez Tanpa Dipungut Bayaran

POROS PERLAWANAN – Dikutip Mehr dari al-Jazeera, Presiden AS, Donald Trump merilis sebuah statemen absurd. Menurut Trump, semestinya kapal-kapal militer dan dagang AS melewati Kanal Panama dan Suez secara gratis!

Trump berkata bahwa dirinya telah meminta Menlu AS, Marco Rubio untuk segera mengurus masalah ini. Rubio ditugaskan Trump untuk menjamin kapal-kapal AS bisa melintasi 2 perlintasan strategis itu tanpa dipungut bayaran.

Berdasarkan klaim Trump, Kanal Panama dan Suez tidak bakal ada tanpa dukungan Washington.

Keinginan Trump ini juga didukung oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, Michael Waltz. Dia mengatakan,”Washington seharusnya tidak membayar untuk menggunakan kanal yang ia buat atau gali.”

Menurut Waltz, AS tidak boleh membayar pajak untuk kapal-kapalnya yang melintasi kanal-kanal yang dilindungi oleh Washington.

Saat dilantik sebagai Presiden AS, Trump mengungkap ambisinya terkait perluasan teritorial. Dia mengutarakan niatnya untuk menguasai Kanal Panama dan juga mengganti nama Teluk Meksiko.

Dikutip dari CNBC, Trump menyebut bahwa Washington telah sangat bodoh memberikan Kanal Panama kepada Panama karena saat ini terusan penghubung Samudra Pasifik dan Atlantik itu dianggapnya dikuasai China. Padahal, terusan itu dibangun oleh AS antara tahun 1904 dan 1914, di bawah pengawasan Presiden Theodore Roosevelt.

“Kami telah diperlakukan dengan sangat buruk dari pemberian bodoh ini yang seharusnya tidak pernah diberikan, dan janji Panama kepada kami telah diingkari.”

“Yang terutama, China mengoperasikan Terusan Panama. kami tidak memberikannya kepada China. Kami memberikannya kepada Panama, dan kami akan mengambilnya kembali.”

Di sisi lain, Presiden Panama Jose Raul Mulino menolak klaim yang dibuat Trump dalam pidato pelantikannya. Ia juga membantah ada negara lain yang menguasai terusan itu.

“Atas nama Republik Panama dan rakyatnya, saya harus menolak secara menyeluruh kata-kata yang digariskan oleh Presiden Donald Trump mengenai Panama dan terusannya, dalam pidato pelantikannya,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *