Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

AS Gunakan Senjata Terlarang Paling Berbahaya dan Menghancurkan Saat Serang Warga Sipil Yaman

POROS PERLAWANAN – Sebuah lembaga kemanusiaan di Yaman baru-baru ini mengungkapkan bukti penggunaan senjata terlarang yang paling berbahaya oleh Amerika Serikat terhadap rakyat Yaman.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Al-Mayadeen pada Rabu 30 April, pusat pemantau bom Yaman melaporkan bahwa mereka telah mengidentifikasi sisa-sisa bom GBU-39 JDAM buatan Amerika yang digunakan dalam serangan berdarah di sebuah pusat penahanan migran di Saada.

Pusat pemantau tersebut menegaskan bahwa penggunaan bom jenis ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Bom GBU-39 JDAM adalah jenis bom anti-penghalang yang biasanya digunakan untuk menargetkan infrastruktur militer, namun pada serangan ini, bom tersebut dijatuhkan di sebuah pusat penahanan migran Afrika di Saada.

Pusat Pemantau menjelaskan lebih lanjut bahwa bom tersebut adalah salah satu senjata terlarang internasional yang paling mematikan, dan penggunaannya terhadap warga sipil jelas melanggar ketentuan hukum internasional. Bom ini dikenal dengan daya ledaknya yang sangat tinggi, yang dapat mencapai suhu 3500 derajat Celsius pada saat meledak.

Selain dampak kehancuran fisik yang ditimbulkan, Pusat Pemantau menambahkan bahwa penggunaan bom ini juga berkontribusi pada penyebaran kanker serta kelahiran bayi cacat atau bahkan lahir mati. Penggunaan senjata ini tidak hanya merusak tubuh, tetapi juga meninggalkan jejak panjang penderitaan bagi generasi-generasi mendatang di wilayah yang telah lama dilanda konflik.

Dengan bukti-bukti yang semakin kuat, serangan ini semakin memperlihatkan kebrutalan AS yang dihadapi oleh rakyat Yaman, dan menyoroti pentingnya penegakan hukum internasional dalam melindungi warga sipil dari ancaman senjata yang menghancurkan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *