Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Girang Mark Carney Menang, Eropa dan NATO Rayakan Kanada sebagai ‘Benteng Anti-Trump’

POROS PERLAWANAN — Eropa bersorak, NATO bertepuk tangan, dan Gedung Putih tersenyum dengan hati-hati. Kemenangan Partai Liberal Kanada di bawah kepemimpinan Mark Carney, mantan Gubernur Bank Sentral dan teknokrat globalis, disambut bukan sebagai pesta demokrasi, melainkan sebagai penegasan aliansi lama: Poros Atlantik kembali aman.

Menurut jaringan televisi siaran berbahasa Inggris Kanada yang dimiliki oleh Canadian Broadcasting Corporation (CBC), pada Rabu 30 April, Carney, yang naik menggantikan Justin Trudeau Maret lalu, memenangkan Pemilu Federal Senin kemarin dan langsung dielu-elukan oleh para pemimpin Barat sebagai “benteng nilai-nilai bersama”. Namun nilai-nilai yang dimaksud bukan tentang rakyat atau keadilan sosial, melainkan liberalisme korporat pro-NATO, perdagangan bebas sepihak, dan loyalitas buta terhadap mesin perang Barat.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menulis dengan penuh semangat di platform Blue Sky: “Ikatan antara Eropa dan Kanada kuat dan semakin kuat”.

Sementara Emmanuel Macron menyebut Carney sebagai “perwujudan Kanada yang kuat menghadapi tantangan saat ini”, merujuk pada ancaman fiksi bernama Trumpisme dan bayang-bayang perlawanan rakyat.

Sekjen NATO, Mark Rutte menyisipkan pesan strategis: kemitraan ini bukan sekadar basa-basi diplomatik, melainkan mencakup “investasi besar di sektor pertahanan dan peningkatan produksi industri”. Kanada kini bukan sekadar tetangga AS yang sopan. Ia adalah lengan kanan NATO di utara.

Carney, dalam pidato kemenangannya, menyerang balik kebijakan Trump dan menyebut pengkhianatan Amerika terhadap Kanada sebagai pelajaran sejarah. Namun publik sadar bahwa kata “Amerika” yang dimaksud Carney bukanlah Pentagon atau Gedung Putih, melainkan Trump sebagai figur populis yang merusak konsensus globalis yang ia wakili.

Lebih mencolok lagi, bahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky langsung memberi selamat. Bukankah Ukraina, dalam banyak hal, adalah proyeksi kehendak NATO? Maka, tak heran jika kemenangan Carney dipandang sebagai kemenangan lanjutan dari Poros Global Barat yang mencoba merestorasi tatanan unipolar.

Hal yang menarik adalah sikap Tiongkok. Meski mengucapkan selamat, Beijing dengan halus menyisipkan syarat: kerja sama hanya akan terjadi di atas dasar “saling menghormati dan kesetaraan”. Isyarat ini menandai bahwa Carney tidak bisa terlalu jauh bermain di gelanggang anti-Tiongkok tanpa risiko.

Bagi rakyat Kanada, kemenangan ini mungkin sekadar pesta parlementer biasa. Namun bagi elite global, ini adalah pesan bahwa dunia harus tetap dalam kendali tatanan lama, tanpa Trump, tanpa nasionalisme rakyat, tanpa disrupsi dari Selatan Global.

POROS PERLAWANAN mencatat: Kemenangan Carney bukanlah kemenangan demokrasi, melainkan kemenangan NATO dalam balutan maple leaf.

Jadi, anggap saja: dari Tel Aviv hingga Brussels, dari Washington hingga Kiev, mereka kini bisa bernapas lega, paling tidak untuk sementara.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *