Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

UNICEF: Anak-anak Gaza Sakit, Haus, dan Lapar Akibat Pengepungan Brutal Israel

POROS PERLAWANAN – Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) kembali menyerukan penghentian pengepungan brutal Israel atas Jalur Gaza yang telah berlangsung lebih dari dua bulan. Lembaga kemanusiaan PBB itu menegaskan bahwa anak-anak Palestina kini menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di abad ini.

Dalam pernyataan pada Jumat (02/5), di platform X (sebelumnya Twitter), UNICEF menulis: “Anak-anak di Gaza sakit, haus, dan lapar. Ratusan truk yang membawa bantuan vital untuk mereka masih tertahan di perbatasan, dilarang masuk oleh otoritas pendudukan Israel.”

Pernyataan ini menyoroti keputusasaan yang membelit lebih dari dua juta warga sipil Gaza, termasuk ratusan ribu anak-anak, yang terperangkap dalam blokade total tanpa akses memadai terhadap air bersih, makanan, dan layanan kesehatan.

Kegagalan Kolektif Komunitas Internasional

Blokade keji ini, yang dijalankan dengan dukungan politik dan militer penuh dari Amerika Serikat, dinilai sebagai bentuk nyata dari genosida yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina. Meski sejumlah badan PBB dan organisasi kemanusiaan telah berulang kali menyerukan intervensi segera, negara-negara Barat tetap bungkam—menjaga citra liberalisme sambil menutup mata terhadap kehancuran sistematis di Gaza.

Dalam konteks ini, keheningan negara-negara yang mengaku menjunjung tinggi nilai demokrasi dan HAM telah berubah menjadi partisipasi pasif dalam kekejaman. Kekerasan struktural terhadap anak-anak Palestina bukan sekadar efek samping perang, melainkan bagian dari strategi sistematis untuk memusnahkan kehidupan sipil di wilayah yang terkepung.

Truk Bantuan Diblokir, Anak-anak Menjadi Sasaran

Menurut UNICEF, truk-truk bantuan yang membawa pasokan penting—obat-obatan, susu bayi, air bersih, dan makanan pokok—masih tertahan di perbatasan Rafah dan Kerem Shalom. Sementara itu, anak-anak di Gaza didera kelaparan, infeksi, dehidrasi, dan trauma yang tak terperi.

“Setiap jam keterlambatan adalah ancaman nyata terhadap nyawa,” demikian peringatan UNICEF. Genosida Israel kian terang benderang di Gaza.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *