Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Penasihat Pimpinan Tertinggi Iran Tegaskan Tak Perlu Lanjutkan Perundingan yang Tidak Menguntungkan Iran

Penasihat Pimpinan Tertinggi Iran Tegaskan Tak Perlu Lanjutkan Perundingan yang Tidak Menguntungkan Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Tasmin News Agency, pada hari Sabtu 3 Mei, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan dalam pidatonya di acara budaya Universitas Shahed, bahwa melanjutkan perundingan yang tidak memberikan manfaat nyata bagi Iran adalah tindakan sia-sia.

Larijani menyoroti pentingnya memiliki pendekatan yang realistis dalam menjalin dialog antara Iran dan Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa tolok ukur utama dalam memutuskan apakah sebuah perundingan perlu diteruskan adalah sejauh mana ia memenuhi kepentingan nasional. Tanpa adanya hasil yang menguntungkan, tidak ada dasar untuk melanjutkannya.

Sebagai contoh, dalam pembahasan program nuklir Iran apabila memberikan hasil positif, maka layak untuk diteruskan. Namun jika tidak menyelesaikan persoalan, tidak ada keharusan untuk tetap melibatkan diri.

Larijani menekankan perlunya analisis rasional atas waktu dan kondisi sebelum mengambil keputusan untuk berunding. Ia juga menyarankan agar keputusan diambil secara bijak tanpa bersikap kaku, baik dalam menerima maupun menolak perundingan.

Larijani juga mengecam keras sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah tunduk pada kekuatan asing, dan bahwa sanksi tersebut merupakan upaya negara-negara Barat untuk memaksa Iran mengubah kebijakannya melalui tekanan.

Pernyataan tersebut disampaikan tak lama setelah ditundanya putaran keempat dialog tidak langsung antara Iran dan AS, yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 3 Mei.

Sebelum penundaan itu, kedua negara telah menggelar tiga sesi perundingan pada 12, 19, dan 26 April di Muscat dan Roma, dengan mediasi dari Oman, dalam upaya mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran dan penghapusan sanksi terhadap Teheran.

Tags: