Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tekankan Dimensi Politik dan Spiritual Haji, Ayatullah Khamenei: Jika Ada Persatuan dan Sinergi, Tragedi di Gaza dan Yaman Takkan Terjadi

Ayatullah Khamenei: Haji adalah Kewajiban Politik Sepenuhnya

POROS PERLAWANAN — Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan kewajiban yang sepenuhnya bersifat politis dalam bentuk dan komposisinya, serta spiritual dalam esensinya. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan pejabat urusan haji, delegasi Pemimpin Tertinggi, serta penyelenggara dan pelayan haji di Husseiniyeh Imam Khomeini, Teheran pada Ahad (4/5).

“Bertentangan dengan klaim sebagian orang yang mencoba menihilkan dimensi politik haji, pada hakikatnya haji bersifat politis dari segi bentuk, struktur, dan pelaksanaannya,” ujar Ayatullah Khamenei.

Beliau menekankan bahwa tujuan Allah dalam pensyariatan haji adalah menyusun model sempurna bagi pengaturan masyarakat manusia. Menurutnya, manfaat terbesar umat Islam saat ini terletak pada “persatuan dan sinergi” untuk menghadapi persoalan-persoalan utama dunia Islam.

“Jika ada persatuan di tengah umat, tragedi di Gaza dan Yaman tidak akan terjadi,” tegasnya.

Haji: Simbol Politik dan Spiritualitas Global

Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa haji tidak hanya sarat simbolisme spiritual, tetapi juga mengandung dimensi sosial-politik yang kuat. Beliau menyebut sejumlah ritual haji sebagai pelajaran hidup:

1. Tawaf: simbol pembangunan kehidupan di poros tauhid.

2. Sa’i antara Shafa dan Marwah: lambang perjuangan tanpa henti di tengah kesulitan.

3. Wukuf di Arafah, Masy’ar, dan Mina: ajakan pada gerak konstan dan pengorbanan demi tujuan mulia.

4. Lempar Jumrah: perintah untuk mengenali dan melawan setan, baik dari kalangan jin maupun manusia.

5. Ihram: simbol penyatuan dan kerendahan hati manusia di hadapan Allah.

“Setiap tindakan dalam haji adalah petunjuk bagi kehidupan manusia. Haji bukan hanya ibadah individual, tetapi pelayanan terhadap kemanusiaan,” kata beliau.

Menurutnya, penggunaan istilah “umat” dalam ayat-ayat Al-Quran terkait haji menunjukkan bahwa kewajiban ini ditetapkan untuk mengelola kepentingan seluruh manusia, bukan hanya umat Islam.

Seruan terhadap Dunia Islam dan Pemerintah

Ayatullah Khamenei mengkritik upaya-upaya yang mencoba mengasingkan dimensi politik dari haji, dan menyebutnya sebagai bagian dari proyek hegemoni asing. Ia menyerukan agar para pemimpin negara Islam, ulama, intelektual, dan tokoh publik menjelaskan makna sejati haji kepada masyarakat.

“Perpecahan dan disintegrasi umat adalah pintu masuk bagi kepentingan kaum kolonialis, Amerika, rezim Zionis, dan para ekstremis,” ujarnya.

Ditegaskannya, hanya dengan persatuan, negara-negara Islam dapat menciptakan keamanan, kemajuan, dan saling membantu satu sama lain. “Kesempatan haji harus dilihat dari sudut pandang ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Organisasi Haji dan Ziarah, melaporkan bahwa 86.000 warga Iran akan diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 574 konvoi dari 123 bandara. Dan selama delapan bulan terakhir telah dilaksanakan lebih dari 210.000 umrah, serta peningkatan kualitas layanan dan kesiapan personel haji tahun ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *