Komandan IRGC: Teguh Iman dan Tak Pernah Membelakangi Lawan, Kami Diciptakan untuk Menang
POROS PERLAWANAN — Dalam sebuah pernyataan tegas yang menggema dari podium peringatan Pekan Ideologi-Politik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Panglima Tertinggi IRGC, Mayor Jenderal Hossein Salami menegaskan bahwa IRGC adalah institusi yang tidak mengenal kata mundur dalam menghadapi musuh. “Kebiasaan kami adalah berdiri terang-terangan di medan pertempuran, tak membelakangi lawan,” tegas Salami, pada Minggu 4 Mei sebagaimana dikutip Kantor Berita Tasnim.
Pidato Jenderal Salami bukan sekadar retorika seremonial. Di tengah arus konflik geopolitik global dan konfrontasi multi-front yang dihadapi Poros Perlawanan, pernyataan ini memperkuat narasi bahwa IRGC bukan hanya lembaga militer, melainkan benteng ideologis yang dibangun di atas pilar iman, kesadaran, etika, dan pengetahuan.
“IRGC adalah pohon yang akarnya menghunjam dalam keimanan para mujahidnya, dan dahannya lentur menyesuaikan zaman. Ia hadir bukan sebagai militer konvensional, melainkan keluarga revolusioner yang menyatu dalam semangat Asyura,” ujarnya.
Salami mengingatkan bahwa musuh hari ini tidak lagi datang dengan wajah yang jelas. Mereka beroperasi dalam medan kognitif dan propaganda, sehingga membutuhkan “pengetahuan dinamis dan wawasan tajam” untuk dikenali. “Musuh tidak bisa dibaca hanya dari apa yang tampak. Kami membaca cakrawala pikiran mereka yang tersembunyi.”
Merujuk pada pemikiran Syahid Murtadha Muthahhari yang ia sebut sebagai pemikiran “dinamis dan lintas zaman”, Salami menekankan pentingnya pembaruan intelektual dalam tubuh IRGC. “Siapa yang ingin menjaga Revolusi, harus menjadi cerminan nilai-nilai dan kebajikan Revolusi. Pengetahuan saja tidak cukup. Harus ada keberanian, visi, dan keimanan yang hidup.”
Jenderal Salami juga menyinggung doktrin IRGC yang tidak mengenal langkah mundur. “Kami diciptakan untuk menang. IRGC tidak menetapkan satu pun doktrin kemunduran. Setiap langkah kami adalah maju.”
Mengenai kekuatan lawan, ia mengingatkan bahwa meskipun musuh memiliki teknologi canggih, namun di balik itu ada kelemahan mendasar. “Kami membuat alat sesuai petunjuk Al-Quran, tetapi kami tidak bersandar padanya. Pondasi kami adalah iman. Inilah yang membuat kami tak terkalahkan selama 46 tahun terakhir.”
Di akhir pidatonya, Jenderal Salami menegaskan bahwa IRGC akan terus berkembang dan bertahan sebagai garda depan Revolusi. “Harapan adalah rahasia utama Gerakan. Keputusasaan adalah musuh dalam diri. Selama hati tak patah dan bersandar pada Allah, kemenangan adalah kepastian.”
