Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Pesan Kobaran Api untuk Tel Aviv: Israel Terbakar, Netanyahu Terkapar

POROS PERLAWANAN – Kobaran api yang melalap Wilayah Pendudukan Israel telah menyingkap borok ketidakefisienan rezim Zionis dalam menghadapi bencana. Kebakaran besar meluas ke sekitar Yerusalem yang Diduduki, memicu kepanikan publik dan membuka babak baru dalam krisis internal rezim Netanyahu.

Menurut laporan media Israel pada Minggu 4 Mei, lebih dari 150 unit pemadam kebakaran dengan dukungan udara dan darat, gagal mengendalikan api akibat cuaca ekstrem, angin kencang, dan minimnya koordinasi. Belasan petugas terluka, puluhan warga dirawat karena menghirup asap, dan ribuan hektare lahan hancur terbakar.

Pejabat senior Pemadam Kebakaran Ayalon, Shlomi Harosh menyebut ini sebagai salah satu kebakaran terburuk yang pernah ia saksikan. “Respons pemerintah sangat lambat dan tidak terkoordinasi,” tegasnya.

Pemerintahan Netanyahu berada di bawah tekanan berat, dengan media domestik menyoroti kelambanan negara dalam mencegah dan menangani kebakaran. Surat kabar Yedioth Ahronoth menulis bahwa kebakaran telah menghanguskan kawasan hutan di barat Yerusalem, dan api mulai mengancam instalasi militer serta kawasan sensitif keamanan.

Media Israel juga menyebut kerugian akibat bencana ini bisa mencapai jutaan Dolar. Beberapa acara nasional, termasuk perayaan Hari Kemerdekaan, dibatalkan. Sementara itu, listrik diputus di sejumlah permukiman Zionis dan evakuasi massal telah dimulai.

Pemerintah Israel bahkan harus meminta bantuan internasional. Italia, Yunani, dan Prancis disebut siap mengirimkan pesawat pemadam. Namun, ketergantungan ini justru mempertegas keterpurukan infrastruktur dan hilangnya kepercayaan publik terhadap kapasitas negara.

Lebih lanjut, video yang beredar menunjukkan api telah mendekati pangkalan militer dan museum kendaraan lapis baja di Latrun. Jalur kereta api di Ashdod pun dihentikan. Beberapa laporan mengindikasikan potensi sabotase atau kegagalan sistem energi sebagai penyebab awal.

Sejumlah tokoh ekstremis Israel, termasuk anggota Knesset Tali Gottlieb, bahkan menuduh kebakaran ini sebagai aksi “terorisme” yang dilakukan oleh warga Palestina. Tuduhan yang belum terbukti ini mencerminkan kecenderungan rezim untuk mengalihkan kegagalan internal ke musuh eksternal.

Analis menilai bahwa api yang kini menghanguskan jantung Wilayah Pendudukan bukan sekadar bencana alam, melainkan simbol runtuhnya rezim yang selama ini mengandalkan kekuatan militer dan klaim superioritas teknologi.

Seorang pejabat pemadam kebakaran Israel memperingatkan di Channel 14: “Ini baru permulaan. Puncak krisis belum datang.” Kata-kata ini tak hanya merujuk pada api yang menjalar, tetapi juga pada krisis politik dan moral yang kini membakar fondasi “negara” Zionis.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *