Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Yaman Peringatkan Warga Zonis Israel: Tetaplah Berlindung atau Kembali ke Negeri Asalmu!

Yaman Memperingatkan Warga Israel: Tetaplah Berlindung

POROS PERLAWANAN – Pemerintah Yaman mengeluarkan peringatan keras kepada entitas Zionis Israel, menyusul serangkaian serangan udara yang menargetkan fasilitas sipil dan infrastruktur vital di ibu kota Sana’a dan sejumlah provinsi lain. Sembari mengungkap permintaan gencatan senjata dari Amerika Serikat, Yaman menegaskan kesiapan untuk melanjutkan respons militer yang “menyakitkan dan melampaui batas daya tahan musuh.”

Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, menyampaikan bahwa agresi Israel ke wilayah Yaman tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Ia mengingatkan bahwa serangan lanjutan dari pihak Israel hanya akan memicu respons yang jauh lebih besar dan menyakitkan.

“Respons Sanaa akan sangat dahsyat, menyakitkan, dan melampaui daya tahan entitas Zionis,” tegas al-Mashat dalam pernyataan resminya, seperti dilaporkan Saba News pada Kamis (8/5).

Kepada pasukan pendudukan Israel, al-Mashat mengirimkan pesan tegas: “Mulai saat ini, tetaplah di tempat perlindunganmu atau pulanglah ke negerimu. Pemerintahmu yang gagal tak lagi mampu melindungimu.”

Ia menyatakan bahwa agresi Israel hanya mempertegas kebenaran jalan perlawanan.

“Musuh paling kotor dalam sejarah umat manusia kini telah menanggalkan topengnya. Dan bangsa Yaman tidak akan mundur.”

Al-Mashat kembali menegaskan komitmen tak tergoyahkan Yaman untuk mendukung rakyat Palestina.

“Tak ada agresi yang dapat menghentikan keputusan sah kami dalam membela saudara-saudara kami di Gaza, hingga genosida dihentikan dan blokade dicabut. Tak akan ada langkah mundur, apa pun risikonya.”

Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menghentikan sementara operasi militer terhadap Yaman. Dalam waktu bersamaan, Kementerian Luar Negeri Oman menyampaikan bahwa inisiatif diplomatiknya membuahkan kesepakatan gencatan senjata awal antara AS dan otoritas Sana’a.

Langkah Washington ini ditafsirkan para analis sebagai pengakuan atas kegagalan strategis mereka dalam membendung serangan Yaman terhadap kapal-kapal perang AS dan target-target kepentingan Zionis. Terlebih lagi, blokade penuh yang diterapkan Yaman atas pelayaran Israel di Laut Merah dan Laut Arab telah mengguncang stabilitas logistik kawasan.

Para pengamat juga mencatat meningkatnya kekhawatiran Amerika terhadap potensi serangan Yaman ke negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Gangguan terhadap fasilitas energi dianggap sebagai ancaman yang lebih serius terhadap perekonomian global dibanding sekadar embargo atas kapal Israel.

Dalam pernyataan terpisah, Juru Bicara Ansarullah sekaligus Kepala Delegasi Nasional Yaman, Mohammed Abdul Salam, menegaskan bahwa operasi militer Yaman dalam membela Gaza “tidak akan berhenti”.

“Kami tidak pernah mengajukan permintaan kepada Amerika. Justru merekalah yang mengirim pesan dan tuntutan kepada kami melalui mediasi Oman,” ujar Abdul Salam.

Ia menyindir perubahan sikap Washington sebagai bentuk keputusasaan: “Israel kini kecewa karena Amerika mulai menarik diri dan tak ingin terjebak lebih dalam dalam jurang Yaman.”

Abdul Salam menegaskan bahwa tidak ada kesepahaman apa pun yang dapat melemahkan komitmen Yaman terhadap Gaza.

“Kami merespons dengan bahasa yang mereka pahami: kekuatan. Dan yang menjadi jaminan sejati adalah pahitnya pengalaman Amerika di medan Yaman.”

Ia juga menekankan bahwa dukungan rakyat Yaman terhadap Gaza, yang terus diwujudkan dalam aksi-aksi massa mingguan, adalah fondasi kokoh perjuangan nasional.

“Siapa pun yang menyerang Yaman akan menanggung akibat yang sama seperti yang kini dirasakan oleh Amerika,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Abdul Salam menyerukan perhatian internasional yang lebih besar untuk Gaza: “Kami menyeru kepada seluruh pihak agar memusatkan energi mereka dalam mendukung rakyat Gaza dan memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan. Itulah kunci sejati penyelesaian krisis regional.”

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Oman atas peran diplomatik mereka: “Sikap kami adalah cermin kehormatan. Dan kami berterima kasih kepada saudara-saudara kami di Oman atas kontribusinya dalam mendukung perdamaian dan stabilitas sejati di kawasan.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *