Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Jenderal Naqdi Sebut ‘Konflik’ Amerika dan Rezim Zionis ‘Kebohongan Terbesar dalam Sejarah

Jenderal Naqdi: Konflik Amerika dan Rezim Zionis adalah Kebohongan Besar

POROS PERLAWANAN – Wakil Koordinator Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, menegaskan bahwa klaim konflik antara Amerika Serikat dan rezim Zionis merupakan salah satu kebohongan terbesar dalam sejarah. Menurutnya, entitas Zionis tak ubahnya markas militer Amerika di kawasan, dan tentaranya merupakan bagian dari angkatan bersenjata AS yang bahkan “tidak akan minum seteguk air pun tanpa izin Washington.”

Menurut laporan Fars News Agency, dalam acara peringatan Syahid Sardar Hajj Nekhdar Morizadeh dan 82 syuhada di wilayah Zeydun, Provinsi Khuzestan, Kamis (8/5), Jenderal Naqdi menyatakan bahwa para syuhada telah membuka jalan kebebasan bagi umat manusia melalui pengorbanan mereka.

“Hari ini, kita justru harus mengucapkan selamat kepada keluarga para syuhada. Darah anak-anak mereka telah berbuah. Dunia kini telah terjaga,” ujarnya.

Jenderal Naqdi menambahkan bahwa gema seruan para syuhada kini terdengar di seluruh penjuru dunia. “Pesan syuhada kalian telah menembus jantung markas musuh. Pusat-pusat pengkaderan imperialis seperti Harvard dan Columbia yang telah melahirkan penjahat seperti Netanyahu dan Obama, kini bangkit melawan imperialisme.”

Ia menegaskan bahwa “gempa besar” tengah mengguncang poros musuh, dan seluruh rancangan mereka kian porak-poranda. “Upaya Amerika untuk mencuci tangannya dari kejahatan Zionis hanyalah kamuflase. Klaim adanya konflik antara Amerika dan rezim Zionis adalah dusta historis. Rezim Zionis adalah pangkalan militer Amerika di kawasan ini, dan tentaranya adalah divisi dari militer AS yang tidak akan bergerak sejengkal pun tanpa restu Washington.”

Jenderal Naqdi menekankan bahwa Amerika tidak bisa menghindar dari tanggung jawab atas seluruh kejahatan yang dilakukan rezim Zionis. “Segala kekejaman yang dilakukan entitas Zionis di masa lalu adalah atas perintah Amerika. Dan setiap kejahatan yang akan mereka lakukan di masa depan pun merupakan tanggung jawab Amerika.”

Di akhir pernyataannya, Jenderal Naqdi menegaskan bahwa umat Islam tidak akan tinggal diam menyaksikan pembantaian 20.000 anak, pembunuhan bayi, dan penyiksaan tak berujung oleh para penjahat Zionis.

“Bangsa Iran adalah pengikut jalan para syuhada. Kami siap dalam segala kondisi, dan menanti peran besar dalam membebaskan umat manusia dari para penjahat global,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *