Dari Sanaa untuk Gaza: Rakyat Yaman Tantang Amerika, Ikrar Tak Akan Tinggalkan Perlawanan
POROS PERLAWANAN – Di tengah bara agresi Zionis yang terus membakar Gaza, suara perlawanan kembali menggema dari semenanjung Arabia. Jutaan rakyat Yaman turun ke jalan-jalan ibu kota Sanaa dan berbagai wilayah lain pada Jumat (9/5), dalam demonstrasi besar bertajuk “Untuk Membela Gaza, Dengan Kekuatan Tuhan, Sebagaimana Kami Mengalahkan Amerika, Kami Akan Mengalahkan Israel.”
Demonstrasi ini bukan sekadar bentuk solidaritas, tetapi sebuah deklarasi perang moral dan spiritual terhadap proyek imperialis Amerika-Zionis di kawasan.
Dalam pernyataan resminya, massa Yaman mengumumkan: “Amerika, musuh rakyat Yaman, telah menghentikan agresinya terhadap negeri kami tanpa mencapai satu pun tujuannya, dan kini harus menghentikan pula dukungannya terhadap kapal-kapal rezim Zionis.”
Pesan itu tegas: Yaman melihat keterlibatan AS di Palestina dan di Yaman sebagai satu kesatuan skema penindasan global. Kekalahan pasukan koalisi pimpinan AS-Saudi di Yaman dijadikan pelajaran bahwa mesin perang imperialis bisa dihancurkan, jika rakyat bersatu dan teguh dalam perlawanan.
Massa juga menyampaikan salam kemenangan kepada seluruh elemen Perlawanan Dunia: “Kami mengucapkan selamat kepada Pemimpin, Angkatan Bersenjata, dan semua orang merdeka atas kekalahan musuh Amerika, hancurnya harapan mereka, dan gagalnya tujuan-tujuan agresinya.”
Komitmen mereka terhadap perjuangan Palestina tidak bersifat simbolik, melainkan total. “Kami tegaskan pendirian teguh kami dalam membela Gaza dan Perlawanan, sikap yang tidak dapat diubah dan tidak akan pernah kami kompromikan. Kami tidak akan meninggalkan Gaza sendirian.”
Demonstrasi ini juga membawa pesan siaga tempur: rakyat Yaman menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan kekuatan militer dan menghadapi kembali agresi AS jika dilancarkan. “Kami akan memperluas kemampuan kami, mengintensifkan konfrontasi dengan musuh di semua medan,” ujar mereka.
Menariknya, mereka juga menyampaikan penghargaan kepada Kesultanan Oman atas perannya dalam mendukung solusi damai dan menengahi krisis regional, dengan menegaskan bahwa diplomasi yang adil dan bermartabat tetap mendapat tempat dalam lanskap politik perlawanan.
Dengan bendera Palestina dan spanduk anti-Zionis yang berkibar di jalan-jalan Sanaa, dunia kembali diingatkan: dalam geografi perlawanan, Yaman bukan sekadar titik kecil di peta, tetapi benteng teguh yang tak pernah tunduk pada logika penjajahan.
