Rudal Yaman Getarkan Ben Gurion: Zona Larangan Terbang Diberlakukan atas Israel
POROS PERLAWANAN – Langit entitas Zionis kembali dikejutkan. Pada Jumat (9/5), Angkatan Bersenjata Yaman melancarkan dua operasi militer yang menjebol jantung infrastruktur udara Israel: Bandara Ben Gurion dan instalasi penting di wilayah Jaffa yang diduduki.
Dalam pernyataan resminya dari Sanaa, militer Yaman menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari keputusan strategis untuk memberlakukan zona larangan terbang atas Israel; sebuah tindakan militer simbolik dan praktis yang memaku perhatian dunia.
“Demi kemenangan bagi rakyat Palestina yang tertindas dan para mujahid mereka, serta sebagai penolakan terhadap kejahatan genosida yang dilakukan oleh entitas Zionis terhadap saudara-saudara kita di Gaza,” tulis pernyataan itu, disertai kutipan Al-Qur’an sebagai fondasi moral operasi.
Dengan menggunakan rudal balistik hipersonik, pasukan rudal Yaman menargetkan Bandara Lod, nama lama Bandara Ben Gurion, yang disebut sebagai simbol vital jantung logistik dan konektivitas Zionis. Rudal tersebut, menurut keterangan resmi, sukses mencapai sasarannya. Sistem pertahanan udara Israel gagal mencegatnya, memaksa jutaan warga Israel bergegas ke tempat perlindungan, dan membuat aktivitas bandara lumpuh selama hampir satu jam.
Tak hanya itu, Angkatan Udara Yaman juga mengerahkan drone “Yaffa” dalam serangan simultan terhadap target vital lainnya di wilayah Jaffa, sebuah simbol sejarah penjajahan awal dan transformasi demografis oleh entitas Zionis.
“Keputusan larangan lalu lintas udara ke bandara-bandara Palestina yang diduduki, serta larangan kapal Israel di Laut Merah dan Laut Arab, akan terus berlaku hingga agresi di Gaza berhenti dan blokade dicabut,” tegas militer Yaman.
Lebih lanjut, mereka memperingatkan perusahaan penerbangan internasional yang masih nekat membuka rute ke wilayah pendudukan untuk segera menghentikan operasinya, seperti yang telah dilakukan oleh banyak maskapai lainnya.
Serangan ini merupakan lanjutan dari kampanye strategis Ansarullah untuk menekan Israel secara langsung dan simultan di tiga front utama: militer, ekonomi, dan psikologis. Sementara media arus utama global mencoba mengecilkan dampaknya, ketakutan massal dan evakuasi di Tel Aviv menunjukkan bahwa rudal dari Yaman, meski datang dari ribuan kilometer jauhnya, telah menembus sistem pertahanan terbaik yang dibanggakan Barat.
Dengan menutup pernyataannya melalui seruan kepada Allah sebagai penolong dan penegak keadilan, militer Yaman menegaskan bahwa ini bukan sekadar pertempuran antar-negara, tapi antara dua kutub sejarah: penindasan global versus kebangkitan umat yang tertindas.
“Hidup Yaman yang bebas, bermartabat, dan merdeka. Kemenangan bagi Yaman dan seluruh rakyat merdeka di dunia ini.”
Sana’a, 11 Dzulqa’dah 1446 H / 9 Mei 2025 M
Dikeluarkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman (Sabanews)
