Sekjen Hizbullah: Walau Didukung Seluruh Dunia, Netanyahu Takkan Mampu Rampas Hak dan Negeri Rakyat Palestina
POROS PERLAWANAN – Sekjen Hizbullah, Syekh Naim Qasim berpidato pada Senin malam 12 Mei dalam rangka peringatan tahun ke-9 gugurnya Syahid Sayyid Mustafa Badrudin (Sayyid Dzulfiqar).
“Kami menginginkan Suriah yang masyarakatnya bersatu dan kompak. Kami mengecam keras agresi berulang Israel ke negara tersebut,” kata Syekh Qasim, Fars melaporkan.
“Apa yang kita dengar hari ini tentang perang Gaza, pada hakikatnya adalah pembantaian para pengungsi, baik pria, wanita, atau anak-anak, di kemah-kemah penampungan.”
“Bahkan jika seluruh dunia memihak Netanyahu, dia takkan bisa merampas hal dan negeri rakyat Palestina.”
“Dalam beberapa tahun lalu, Perlawanan mampu bertindak sebagai faktor penangkal di hadapan Israel. Perlawanan sukses mencegah proyek-proyek Zionis untuk mencaplok Lebanon.”
“Perlawanan telah menghalangi Israel memaksakan kesepakatan menghinakan atas Lebanon. Perlawanan telah mencegahnya mendapatkan apa yang dikehendakinya. Sebab itu, kita akan melanjutkan perlawanan demi melindungi Lebanon dan rakyatnya.”
“Kita menolak untuk dihina dan direndahkan. Kita selalu menang dan menegakkan kepala. Kita meyakini syahadah atau kemenangan berdasarkan kaidah komitmen terhadap hak dan kebebasan manusia. Gugurnya Sayyid Syuhada Perlawanan (Sayyid Hasan Nasrallah) adalah demi kemuliaan serta kekuatan Perlawanan.”
“Israel hanya bercokol di lima bukit dan tempat-tempat terbatas. Andai bukan karena Perlawanan, mungkin Israel telah berada di Beirut atau tiap tahun mencaplok bagian demi bagian Lebanon.”
“Perlawanan mematuhi gencatan senjata di selatan Sungai Litani agar Militer Lebanon bisa menempatkan pasukannya di kawasan itu demi menjaga keamanan. Namun Israel hingga kini telah melanggar kesepakatan ini hingga lebih dari 3 ribu kali. Selain tidak mundur dari kawasan-kawasan yang didudukinya, Israel juga melanjutkan agresinya terhadap Lebanon.”
Sehubungan dengan 3 prioritas Hizbullah, Syekh Qasim mengatakan,”Prioritas pertama adalah menghentikan agresi Israel dan membebaskan para tawanan Lebanon. Dalam hal ini, Pemerintah Lebanon mesti mengerahkan segala kemampuannya untuk memberi tekanan. Prioritas kedua adalah merekonstruksi kawasan-kawasan yang hancur. Prioritas ketiga adalah membangun negara dari sisi ekonomi dan sosial serta mengembalikan aset pendeposito.”
Di akhir pidatonya, Sekjen Hizbullah mengucapkan selamat kepada Yaman karena telah mengalahkan AS, membela Palestina, dan memberikan pukulan-pukulan telak kepada Rezim Zionis. Syekh Qasim juga mengapresiasi Republik Islam Iran yang selalu berusaha membantu masalah-masalah Umat Islam di Kawasan.
