New York Times: Mediasi Oman Selamatkan Muka Trump di Hadapan Yaman
POROS PERLAWANAN – Harian New York Times pada Selasa dini hari 13 Mei mengungkao sejumlah aspek baru terkait keputusan mendadak Donald Trump menghentikan operasi militer di Yaman.
“Dalam konfrontasi terbaru, AS gagal menundukkan Houthi atau menciptakan keunggulan udara atas mereka. Trump sebelum ini menginginkan hasil instan dalam perang melawan Houthi. Namun tiadanya kemajuan membuat Trump terkejut,” kutip New York Times dari sejumlah pejabat AS, diberitakan Fars.
“Pertahanan udara Yaman nyaris menargetkan beberapa jet F-16 dan F-35 AS. Dalam bulan pertama saja, Houthi merontokkan 7 drone MQ-9 milik AS,” kata para pejabat anonim tersebut kepada New York Times.
“Serangan-serangan ke Yaman telah menggerogoti amunisi-amunisi modern dan meningkatkan kekhawatiran Pentagon soal potensi konfrontasi melawan China. Kepala Staf Militer baru dan para pejabat senior menentang berlanjutnya operasi lantaran tidak adanya hasil.”
“Setelah CENTCOM tidak bisa mendapatkan hasil pasti apa pun, Trump memutuskan untuk menghentikan operasi. Jika serangan rudal Yaman berhenti, Washington berencana mengumumkan ‘kemenangan’ atas Houthi. Namun ternyata serangan-serangan (Yaman) masih berlanjut.”
“Mediasi Oman telah menyelamatkan Trump dari masalah besar. Sebagai imbalannya, (Yaman) hanya berjanji tidak menargetkan kapal-kapal AS,” tandas sumber-sumber New York Times.
