Pezeshkian: Mereka yang Mengeklaim ‘Pembela HAM’ Justru Pembantai Orang Tak Bersalah
POROS PERLAWANAN – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara Barat yang mengeklaim membela Hak Asasi Manusia (HAM), namun pada saat yang sama justru terlibat dalam pembunuhan massal warga sipil tak bersalah melalui agresi militer.
“Negara-negara yang mengeklaim menjunjung tinggi HAM dan kemajuan peradaban justru mengubur orang-orang tak berdosa dengan bom dan rudal mereka, sambil terus berbicara tentang perdamaian, kebebasan, dan hak asasi,” ujar Pezeshkian dalam pidatonya pada peringatan Pekan Bulan Sabit Merah, Senin 12 Mei, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Dalam acara tersebut, Presiden Pezeshkian menyoroti peran penting Bulan Sabit Merah sebagai lembaga kemanusiaan lintas batas. “Sebagai umat Islam, kita harus saling peduli dan menolong siapa pun yang membutuhkan, tanpa memandang ras, warna kulit, atau kepentingan. Inilah yang dilakukan Bulan Sabit Merah—mereka menyelamatkan nyawa dalam berbagai bencana dan kecelakaan,” tegasnya.
Ia melanjutkan, “Ini adalah tragedi. Dunia hari ini menyaksikan sebagian pihak yang mengenakan pakaian mewah dan membanggakan nilai-nilai kemanusiaan, tapi justru menyebarkan penderitaan kepada rakyat yang tak berdaya. Apa yang mereka miliki hingga merasa berhak menimpakan penderitaan semacam itu?”
Presiden Iran juga mengecam sikap pasif lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menurutnya justru mendiamkan kejahatan dan tetap memberikan dukungan kepada para pelakunya. “Dunia melihat semua ini, tetapi tetap diam. PBB dan lembaga-lembaga pengeklaim HAM lainnya menyaksikan kejahatan ini, tapi masih berdiri di sisi pelaku.”
Di akhir pidatonya, Pezeshkian menyerukan solidaritas dan aksi kolektif, baik di tingkat nasional maupun global. “Kita semua harus bergandengan tangan untuk menghapus berbagai persoalan yang menimpa bangsa ini dan dunia, serta memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan,” tandasnya.
