Tragedi Hind Rajab: Film Baru Angkat Kisah Gadis Palestina Korban Serangan Israel
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, kisah pilu Hind Rajab, sorang gadis Palestina berusia enam tahun yang tewas akibat serangan Israel di Gaza pada tahun 2024 lalu, akan diangkat ke layar lebar oleh sutradara ternama Tunisia, Kaouther Ben Hania. Film ini menjadi proyek penuh nyawa dan duka, yang diproduksi secara diam-diam di Tunisia oleh Nadim Cheikhrouha, yang juga dikenal dari film garapannya yang berjudul Four Daughters, bersama produser peraih Oscar, Odessa Rae dan James Wilson.
Menurut laporan eksklusif Variety pada Rabu 15 Mei, film ini akan menjadi penggambaran mendalam tentang kekejaman konflik di Gaza yang telah merenggut ribuan nyawa anak-anak. Pada hari terakhir hidupnya, Hind terjebak di dalam mobil keluarga yang hancur dihujani tembakan tank Israel. Ia menjadi satu-satunya yang selamat dalam serangan awal yang menewaskan paman, bibi, dan tiga sepupunya.
Selama lebih dari tiga jam, dengan suara kecil dan penuh ketakutan, Hind menghubungi petugas Bulan Sabit Merah Palestina melalui telepon memohon untuk diselamatkan. Ambulans yang dikirim untuk menjemputnya juga dihancurkan, menewaskan dua paramedis.
Jenazah Hind baru ditemukan pada 10 Februari, ketika pasukan Israel mundur. Tubuh mungilnya ditemukan di dalam mobil yang telah dilubangi ratusan peluru. Investigasi oleh Washington Post, Sky News, dan Forensic Architecture menyimpulkan bahwa tank Israel secara sistematis menargetkan kendaraan itu dan ambulans penyelamat.
Tragedi Hind ini turut menyulut kemarahan global. Di Universitas Columbia, mahasiswa menamai gedung yang mereka duduki dengan nama “Hind’s Hall”, menjadikannya simbol keteguhan dan luka kolektif.
Lewat film ini, Kaouther Ben Hania berharap berharap dapat menyuarakan penderitaan anak-anak Palestina di tengah konflik dan menjadi pengingat akan pentingnya perdamaian dan keadilan.
