Janji ‘Kemenangan’ Netanyahu Direspons Serangan Roket dari Gaza
POROS PERLAWANAN – Sirene-sirene tanda bahaya kembali bergaung di sejumlah permukiman Zionis pada Rabu malam 21 Mei menyusul serangan roket dari Gaza. Serangan ini dilancarkan hanya beberapa menit setelah Benyamin Netanyahu mengumbar janji “kemenangan dekat” atas Perlawanan Palestina.
Diberitakan Fars, itu adalah serangan roket kedua dari Gaza dalam selisih waktu singkat. Sebelum itu, permukiman Ashkelon di utara Gaza juga menjadi target serangan rudal.
Dalam konferensi pers pada semalam, PM Israel mengeklaim bahwa Tel Aviv “hanya berjarak beberapa langkah dari kemenangan mutlak.” Kendati demikian, serangan beruntun dari Gaza kembali memunculkan pertanyaan berikut: bagaimana bisa setelah perang berlangsung selama berbulan-bulan, Perlawanan Palestina masih terus menembakkan rudal dari Gaza?
Agresi Israel ke Gaza yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 hingga sekarang telah berlangsung selama lebih dari 19 bulan. Perang ini menjadi salah satu konfrontasi militer Rezim Zionis yang menghabiskan biaya terbesar.
Berdasarkan laporan harian ekonomi Israel, Calcalist pada Januari 2025, biaya perang langsung dan tak langsung perang ini hingga akhir 2024 telah menembus angka 250 miliar Shekel (kurang lebih 67, 57 miliar Dolar).
Penilaian dari Bank Israel juga menunjukkan, perang ini telah berdampak negatif secara signifikan terhadap ekonomi Rezim Zionis, yang mencakup menurunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya defisit anggaran.
