Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Al-Mashat: Perlawanan terhadap Zionis adalah Tanggung Jawab Seluruh Dunia Islam

POROS PERLAWANAN — Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi Al-Mashat, dalam pidatonya pada peringatan 35 tahun penyatuan kembali Yaman, menyatakan bahwa perang melawan rezim Zionis bukan hanya konflik Palestina, melainkan pertempuran yang melibatkan seluruh umat Islam dan bangsa Arab.

Pidato tersebut, yang disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan Kawasan akibat konflik berkepanjangan di Gaza, menegaskan dukungan penuh Yaman terhadap perjuangan rakyat Palestina dan menyoroti pentingnya solidaritas dunia Islam dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai “musuh bersama”.

Pertempuran Arab-Islam Melawan Penjajahan

Dalam pidatonya yang laporkan Kantor Berita Sabanews pada Kamis 22 Mei, Al-Mashat mengatakan bahwa musuh Zionis bukan hanya ancaman bagi Palestina, melainkan ancaman bagi seluruh negara Islam, baik dalam aspek wilayah, identitas, maupun martabat bangsa.

“Perang ini bukan milik satu negara atau kelompok tertentu saja. Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh dunia Islam,” tegas Al-Mashat.

Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan jalur perlawanan dan jihad sebagai respons terhadap pendudukan dan agresi yang berlangsung.

Komitmen Yaman terhadap Gaza

Al-Mashat menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman akan terus mendukung rakyat Gaza, dan bahwa perjuangan untuk membebaskan wilayah Yaman dari pengaruh asing tidak akan berhenti.

“Kami tidak akan ragu mengerahkan seluruh kekuatan Angkatan Bersenjata Yaman demi mendukung rakyat Gaza, sampai agresi dihentikan dan pengepungan dicabut,” ujarnya.

Kepada rakyat Gaza, ia menyampaikan pesan solidaritas: “Jangan goyah oleh pengkhianatan para pengkhianat. Tuhan bersama kalian, dan kami juga bersama kalian.”

Kritik terhadap Negara-Negara Arab

Dalam bagian lain pidatonya, Al-Mashat mengecam negara-negara yang menurutnya menyerahkan kekayaan dunia Islam ke tangan kekuatan asing, serta memberikan janji kosong yang tidak pernah terealisasi.

“Ketika bangsa kita dikepung dan menderita, mereka hanya memberikan pujian kosong dan janji palsu, sebagaimana janji-janji Trump yang penuh fatamorgana,” katanya.

Tanggapan terhadap Serangan AS di Yaman

Menanggapi serangan udara Amerika Serikat baru-baru ini di wilayah Yaman, Al-Mashat menilai bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari dukungan terbuka terhadap Israel. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap kapal-kapal hanya ditujukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam mendukung agresi terhadap Gaza.

“Kami tidak memulai perang. Ketika pihak agresor berhenti, kami pun akan berhenti,” tambahnya.

Pidato Mahdi Al-Mashat mencerminkan sikap tegas Yaman dalam mendukung perjuangan Palestina dan memperkuat narasi regional bahwa konflik Gaza telah berkembang menjadi isu kolektif dunia Islam.


Seruan untuk solidaritas dan aksi nyata dari negara-negara Arab dan Islam diulang kembali di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *