Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Absurditas Negara-negara Teluk: Dermawan di Hadapan Trump, Pelit di Hadapan Gaza

Negara-negara Teluk Dermawan di Hadapan Trump, Kikir di Hadapan Gaza

POROS PERLAWANAN – Kunjungan Donald Trump ke sejumlah negara Arab di sekitar Teluk Persia memicu berbagai reaksi, setelah ia meninggalkan Kawasan tanpa terwujudnya gencatan senjata di Gaza atau kesepakatan untuk memulai kembali pengiriman bantuan kemanusiaan ke kawasan tersebut.

Diberitakan al-Alam, kunjungan Presiden AS selama 4 hari ke Teluk Persia dibarengi pertunjukan “loyalitas” negara-negara yang dikunjunginya, meliputi parade unta dan kuda Arab, hadiah jet merwah, serta tarian perang yang diiringi tabuhan genderang.

Trump melawat ke Saudi, Qatar, dan UEA. Sepertinya pertunjukan-pertunjukan tersebut bertujuan untuk menarik hati Trump, dan tampaknya mereka berhasil melakukannya.

Sepanjang kunjungan Trump, negara-negara tersebut memberitakan investasi di masa depan senilai miliaran Dolar di AS, sebagai imbalan untuk “capaian-capaian yang cukup signifikan.”

Namun apa gunanya ketika Anda dermawan kepada tamu, namun pelit kepada keluarga sendiri? Kedermawanan memang indah, namun kewibawaan lebih indah.

Saat mampir hanya 2 hari di Saudi, Trump bisa mengantongi pemasukan 4 triliun Dolar. Kunjungannya meliputi investasi militer dan dagang senilai 600 miliar Dolar dan lebih dari 100 miliar Dolar untuk pertahanan udara serta penguatan keamanan laut dan perbatasan Saudi.

Pertanyaannya adalah: apa yang ditakuti Riyadh? Apakah Saudi takut kepada Yaman? Ataukah Saudi ingin membela warga Gaza di hadapan kejahatan gila-gilaan Rezim Zionis?

Ini bukan kali pertama Trump datang ke Kawasan dan berhasil membawa pulang miliaran Dolar.

Doha menyambut lawatan Trump ke Qatar dengan menghadiahkan sebuah pesawat seharga 400 juta Dolar.

ABC News melaporkan, Trump melihat-lihat pesawat itu pada Februari lalu. Dia sangat terkesan dan memujinya,m sebab pesawat itu telah di-upgrade sedemikian rupa hingga menjadi mirip “istana terbang.”

UEA juga menyambut meriah kedatangan Si Pembunuh Anak-anak Gaza ini. Kendati eksekutornya adalah Netanyahu, namun itu dilakukan dengan bom-bom AS dan dukungan mutlak Washington.

Alhasil, Trump pulang ke AS dengan membawa 4 triliun Dolar dan Israel langsung memulai serangan militer baru untuk menduduki Gaza. Israel kini membunuh lebih dari 200 orang Palestina tiap harinya, juga terus melancarkan agresi ke Lebanon.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *