Iran Bangun Versi Baru Satelit Kausar dan Hodhod, Langkah Strategis Menuju Dominasi Antariksa Dunia Islam
POROS PERLAWANAN – Republik Islam Iran melangkah mantap menuju kemandirian penuh dalam teknologi luar angkasa dengan pengembangan versi kedua dan ketiga dari dua satelit strategisnya, Kausar dan Hodhod. Langkah ini menandai konsolidasi kekuatan antariksa nasional yang tidak hanya bertumpu pada sektor pemerintah, tetapi kini juga digerakkan oleh kekuatan sektor swasta yang berbasis pada ilmu pengetahuan revolusioner.
Menukil laporan Kantor Berita Mehr pada Minggu 1 Juni, dalam kunjungannya ke perusahaan teknologi berbasis pengetahuan Omidfaza, Kepala Organisasi Antariksa Iran, Hassan Salarieh menegaskan bahwa perpaduan antara sektor swasta dan dukungan negara telah melahirkan lompatan teknologi yang tidak lagi bergantung pada dominasi teknologi asing. Prototipe terbaru satelit Kausar yang telah ditingkatkan, kini berada di tahap akhir pengujian dan akan segera memasuki antrean peluncuran.
Percepatan Waktu Produksi, Dari Empat Tahun Menjadi Enam Bulan
CEO Omidfaza, Hossein Shahrabi mengungkapkan bahwa jika satelit Kausar 1 memerlukan waktu empat tahun untuk pembangunan, maka versi terbarunya, yang merupakan gabungan misi Kausar 1 dan Hodhod, berhasil dikembangkan dalam waktu kurang dari satu tahun, dan generasi-generasi berikutnya ditargetkan dapat selesai hanya dalam enam bulan.
Dengan kemampuan untuk melakukan penginderaan jarak jauh dan konektivitas Internet of Things, satelit ini dipersiapkan untuk memberikan layanan citra dan komunikasi yang sangat dibutuhkan oleh sektor pertahanan, keamanan nasional, serta manajemen sumber daya strategis Republik Islam Iran.
Satelit Rakyat, Teknologi Perlawanan
Di tengah embargo dan sanksi yang diberlakukan oleh imperialis global terhadap sektor teknologi Iran, pembangunan satelit oleh perusahaan swasta seperti Omidfaza merupakan manifestasi dari perlawanan ilmiah. Perusahaan-perusahaan ini bukan hanya produsen teknologi, melainkan juga ujung tombak dari front jihad ilmiah yang membebaskan bangsa dari ketergantungan dan membuka jalan bagi dominasi ilmiah dunia Islam.
Satelit ini akan disuntikkan ke orbit sinkron matahari pada ketinggian 500 km, dengan berat sekitar 35 kg (hingga 50 kg dengan sistem peluncuran). Shahrabi menekankan bahwa desain yang lebih ringan namun lebih kuat ini adalah hasil langsung dari pengalaman medan nyata dan semangat revolusioner teknokrat muda Iran.
Menuju Front Antariksa Islam
Kerja sama antara Wakil Presiden untuk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Badan Antariksa Iran menjadi kunci keberhasilan ini. Satu pihak menjamin pasar, sementara pihak lain mengelola risiko teknologi. Ini adalah model unik Ekonomi Perlawanan berbasis pengetahuan yang dapat menjadi cetak biru bagi dunia Islam.
Shahrabi menutup dengan sebuah visi: “Jika sinergi ini terus diperkuat, maka kita akan menyaksikan lahirnya gelombang baru pemain swasta yang siap melepaskan dunia Islam dari ketergantungan teknologi terhadap Barat. Kita tidak menunggu siapa pun, kita memimpin.”
