Pesan Yaman kepada Perusahaan Asing: Tinggalkan Wilayah Pendudukan Sebelum Terlambat
POROS PERLAWANAN – Kementerian Pertahanan Yaman memperingatkan seluruh perusahaan asing yang masih beroperasi di Wilayah Pendudukan Palestina untuk segera angkat kaki.
Peringatan ini bukan sekadar retorika kosong. Ini adalah gema dari sejarah panjang perlawanan rakyat Yaman terhadap penjajahan, intervensi asing, dan dominasi imperialis. Perlawanan Yaman tidak lahir dalam ruang hampa. Ia adalah hasil dari tumpukan pengalaman sejarah, yang sejak penggulingan monarki pada 1962, telah menjadikan Yaman sebagai ajang pertempuran antara kekuatan lokal dan proyek imperialis regional-global.
Pada dekade 1980-an, muncul gerakan keagamaan dan kesukuan yang mulai menolak dominasi Saudi serta proksi-proksi Amerika Serikat. Dari rahim perlawanan inilah lahir lapisan awal sistem “pencegahan penduduk asli”. Namun, titik balik utama terjadi pada 2015, ketika agresi militer koalisi pimpinan Saudi gagal melumpuhkan kekuatan Yaman, dan sebaliknya justru memicu konsolidasi sumber daya lokal, transfer teknologi rudal dan UAV dari Poros Perlawanan, hingga terbentuknya kekuatan multidimensi yang kini memainkan peran strategis di tingkat regional.
Perlawanan Yaman bukan sekadar ideologi, melainkan mekanisme organik untuk menahan laju agresi musuh dengan logika kekuatan berbasis lokalitas.
“Tinggalkan Wilayah Pendudukan Sebelum Terlambat!”
Menukil sumber di Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan kepada Kantor Berita Saba pada Minggu 1 Juni; “Kami memperingatkan semua investor dan perusahaan asing di Wilayah Pendudukan Palestina untuk segera hengkang. Lingkungan operasional kini tidak aman. Ini adalah saat terbaik untuk pergi, sebelum segalanya terlambat.”
Sumber tersebut menggarisbawahi bahwa rudal-rudal Yaman kini memiliki sistem hulu ledak ganda yang, bila dicegat, akan terpecah menjadi beberapa pecahan dan menyerang lebih banyak target. Dalam praktiknya, sistem pertahanan udara rezim Zionis terbukti tidak efektif melawan strategi ini.
Dalam pesannya kepada para pemukim Zionis, pejabat Yaman itu menegaskan: “Kebijakan kriminal Netanyahu hanya akan memperpanjang hari-hari dan malam-malam kalian di tempat perlindungan bom… Serangan rudal kami hanya akan berhenti bila agresi dihentikan sepenuhnya dan pengepungan atas rakyat Gaza dicabut… Setiap pemukim harus bersiap menghadapi rudal dan pecahannya.”
Kekacauan Meluas di Wilayah Pendudukan
Konsekuensi serangan rudal hipersonik Yaman terhadap Bandara Lod (Ben Gurion) pada 4 Mei lalu masih membayangi lanskap operasional rezim apartheid.
Laporan dari Travel and Tour World menyebutkan bahwa meskipun rudal tidak langsung menghantam bandara, guncangan psikologis dan efek strategisnya sangat besar. Banyak maskapai internasional menangguhkan penerbangan ke Wilayah Pendudukan, menyebabkan lonjakan harga tiket dan keterbatasan akses keluar bagi pemukim Zionis.
Musim panas yang biasanya menjadi masa liburan berubah menjadi episode kepanikan. Dampaknya sangat nyata, ketakutan kolektif dan kelumpuhan logistik.
