Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Axios: Iran Siap Terima Opsi Pembentukan Konsorsium Nuklir Berbasis di Wilayahnya

Iran vs AS: Negosiasi Nuklir Memanas di Tengah Ancaman dan Retorika Tajam

POROS PERLAWANAN — Axios melaporkan bahwa Iran membuka peluang untuk menerima pendirian konsorsium pengayaan uranium yang berbasis di wilayahnya, sebagai bagian dari proposal diplomatik terbaru yang disampaikan oleh Utusan Khusus Gedung Putih, Steve Witkoff.

Mengutip seorang pejabat senior Iran, Kantor Berita Mehr pada Rabu 4 Juni menyebutkan bahwa Teheran bersedia melanjutkan pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat, selama konsorsium yang diusulkan tersebut beroperasi di tanah Iran.

Rencana pembentukan konsorsium pengayaan regional ini menjadi bagian sentral dari inisiatif Washington yang bertujuan menjembatani dua posisi yang selama ini saling bertentangan: tekanan dari kubu Trump untuk sepenuhnya melarang Iran memperkaya uranium, dan sikap tegas Teheran yang menuntut hak penuh untuk melakukan pengayaan di wilayahnya sendiri.

Pejabat Iran tersebut berkata kepada Axios: “Jika konsorsium itu beroperasi di wilayah Iran, pengawasannya masih bisa dinegosiasikan. Namun, jika beroperasi di luar perbatasan kami, maka kegagalannya sudah pasti.”

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran tidak secara eksplisit menolak proposal yang diajukan Witkoff, tetapi menuntut agar rincian teknis dan lokasi operasional dibahas lebih lanjut. Axios pertama kali memublikasikan rincian proposal ini pada Senin.

Rincian proposal Amerika Serikat meliputi poin-poin berikut:

– Tidak terdapat ketentuan pasti mengenai lokasi konsorsium dalam dokumen proposal.

– Konsorsium ini, secara teoritis, dapat melibatkan Iran, Amerika Serikat, serta negara-negara Kawasan seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, bahkan Turki.

– Tugas utama konsorsium adalah menyediakan bahan bakar nuklir bagi program energi sipil, di bawah pengawasan langsung Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Model ini dirancang agar Washington dapat mengeklaim bahwa Iran tidak lagi melakukan pengayaan uranium secara independen, sementara Teheran tetap dapat menyatakan bahwa garis merahnya, yakni hak untuk melakukan pengayaan di Tanah Air sendiri tidak dilanggar.

Namun, menyepakati parameter teknis yang dapat diterima kedua belah pihak akan menjadi tantangan besar, mengingat pembentukan konsorsium semacam ini menuntut mekanisme praktis dan konsensus politik yang kompleks.

Syarat-syarat tambahan yang diajukan AS dalam skema ini antara lain:

– Iran tidak diperkenankan menambah kapasitas pengayaan domestiknya melebihi kebutuhan sipil.

– Setelah kesepakatan ditandatangani, Iran diminta untuk sementara menurunkan tingkat pengayaan hingga 3%, dengan durasi yang akan ditentukan melalui negosiasi.

– Fasilitas pengayaan bawah tanah Iran harus dinonaktifkan untuk jangka waktu tertentu.

– Aktivitas pengayaan di fasilitas permukaan akan dibatasi sementara pada tingkat yang diperlukan untuk mendukung operasi reaktor sipil.

Tags: