Hamas Kecam Keras AS yang Lagi-lagi Veto Resolusi Gencatan Senjata di Gaza
POROS PERLAWANAN – Dalam statemen yang dirilis pada Kamis dini hari 5 Juni, Hamas menyatakan,”Kami mengecam sekeras-kerasnya veto AS terhadap draf resolusi Dewan Keamanan yang menyerukan gencatan senjata di Gaza.”
“Veto AS menunjukkan fanatisme buta Pemerintah negara itu kepada Pemerintah Rezim Pendudukan serta dukungannya terhadap kejahatannya atas warga Gaza,” tandas Hamas, Fars melaporkan.
“Kami mengutuk keras ketidakpedulian Pemerintah AS terhadap kehendak seluruh dunia, sebab 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan mendukung resolusi tersebut.”
“Sikap AS adalah lampu hijau untuk keberlanjutan (aktivitas) Netanyahu; si penjahat perang dalam perang biadab dan destruktif atas warga sipil tak berdosa di Gaza.”
“Kegagalan Dewan Keamanan dalam menghentikan perang genosida memunculkan beragam pertanyaan tentang peran lembaga-lembaga internasional dan efektivitas hukum internasional.”
“Kami meminta dari masyarakat internasional agar melakukan tindakan segera guna mengatasi keruntuhan moral dan politik ini serta melakukan tekanan demi menghentikan genosida.”
Ini bukan kali pertama Pemerintah AS menggunakan hak veto untuk mencegah pengesahan resolusi gencatan senjata di Gaza.
Sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023, Washington berulang kali memveto resolusi-resolusi serupa.
Hingga November 2024, sedikitnya AS telah memveto 4 resolusi yang menginginkan gencatan senjata segera dan tanpa syarat di Gaza.
Pada Februari 2024, AS memveto resolusi yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan dan pembebasan tawanan Israel di Gaza.
Pada November di tahun yang sama, resolusi gencatan senjata permanen dan tanpa syarat kembali dirontokkan oleh veto AS.
AS selalu berdalih bahwa resolusi-resolusi yang ditawarkan hanya menguntungkan Hamas.
Sikap AS memicu kritik pedas dari negara-negara lain dan berbagai lembaga internasional. Pada November 2024, China menyatakan bahwa veto berulang AS “telah memupus harapan warga Gaza untuk bertahan hidup.”
