Rudal Yaman Paksa Pesawat Angkut Militer AS ‘Kabur’ dan Ubah Haluan Jauhi Bandara Ben Gurion
POROS PERLAWANAN – Sebuah pesawat angkut Militer Amerika Serikat yang dilaporkan membawa muatan senjata menuju Wilayah Pendudukan Israel terpaksa mengubah haluan setelah rudal Yaman diluncurkan ke arah Bandara Internasional Ben Gurion (Lod), demikian menurut laporan media pada Sabtu 7 Juni.
Kantor Berita Al-Masirah, yang mengutip laporan dari media Barat, menyebut bahwa rudal tersebut diluncurkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman sebagai bagian dari operasi militer mereka yang terus meluas terhadap target-target strategis di Wilayah Pendudukan Israel.
Situs web Amerika, The Floridian melaporkan bahwa rudal supersonik yang ditembakkan dari wilayah Yaman memaksa pesawat angkut Militer AS untuk berbelok dan menjauh dari area udara Bandara Lod, salah satu pintu masuk utama Israel.
Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam aksi militer Yaman yang menargetkan infrastruktur vital Israel sebagai bentuk dukungan terbuka terhadap rakyat Gaza dan Perlawanan Palestina. Serangan-serangan tersebut kini tidak hanya terbatas pada wilayah laut, tetapi juga menyasar titik-titik strategis di darat dan udara.
Sejak dimulainya blokade militer Yaman terhadap rezim Zionis, pelabuhan strategis seperti Umm al-Rashrash (Eilat) di selatan, serta Haifa di utara, telah menjadi sasaran. Bandara Internasional Ben Gurion, sebagai pusat utama penerbangan sipil dan militer Israel, kini juga masuk dalam daftar target operasi Militer Yaman.
Blokade laut dan udara yang diterapkan oleh Sanaa bertujuan untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya di Gaza dan mencabut pengepungan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan terhadap wilayah kantong tersebut.
Menurut sumber-sumber Perlawanan, operasi ini telah memberikan dampak ekonomi dan logistik yang signifikan terhadap mesin perang Israel.
Pemerintah Yaman sebelumnya telah memperingatkan bahwa selama agresi terhadap Gaza masih berlangsung, semua pelabuhan dan bandara yang terhubung dengan aktivitas militer Zionis akan dianggap sebagai target sah Angkatan Bersenjata Yaman.
