Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

IAEA Akui Akurasi Dokumen Intelijen Iran Soal Nuklir Israel

Salah Satu Berkas Iran di IAEA Ditutup, Israel Cemas Bukan Main

POROS PERLAWANAN — Untuk pertama kalinya, pengakuan resmi datang dari Badan Internasional atas klaim Teheran mengenai akses ke informasi sensitif milik Israel. Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Mariano Grossi mengonfirmasi bahwa dokumen yang diklaim diperoleh oleh Iran berkaitan dengan fasilitas penelitian nuklir Israel di Sorek.

Pernyataan Grossi, yang disampaikan dalam konferensi pers di Wina dan dinukil oleh Kayhan, pada Kamis 12 Juni, memberikan pembenaran eksplisit terhadap klaim intelijen Iran yang selama ini dibantah oleh Tel Aviv.

“Kami telah melihat beberapa laporan di media. Kami belum mendapat komunikasi resmi tentang ini. Namun, tampaknya ini terkait dengan Sorek, fasilitas penelitian, yang tentu saja juga sedang kami periksa,” ujar Grossi.

Ia menambahkan bahwa bagian strategis dari program tersebut memang tidak lagi diawasi, namun IAEA masih memantau aktivitas lainnya.

Fasilitas Sorek, yang terletak sekitar 20 kilometer di selatan Tel Aviv, merupakan pusat penelitian nuklir yang telah beroperasi sejak 1958. Laboratorium ini dikenal luas dalam bidang sains nuklir, keselamatan radiasi, dan fisika terapan. Namun selama ini, aktivitasnya diselimuti kerahasiaan negara dan terlindungi dari pengawasan internasional yang lebih luas, sebuah kekebalan yang selama beberapa dekade diberikan kepada Israel oleh negara-negara Barat.

Media Israel The Times of Israel, yang pertama kali melaporkan pernyataan Grossi, menyebutkan bahwa kebocoran ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran. Sementara Teheran terus melaju dengan pengayaan uranium ke tingkat tinggi, Washington tampak gagal membujuk Iran untuk kembali ke meja perundingan dalam kerangka kesepakatan nuklir yang baru.

Hingga saat ini, Kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan tanggapan resmi atas pengakuan Grossi, yang secara de facto memvalidasi klaim bahwa intelijen Iran berhasil menembus jantung rahasia nuklir Zionis.

Pengakuan ini bukan sekadar kemenangan informasi, melainkan pembuktian atas efektivitas strategi asimetris yang dijalankan oleh Iran dan sekutunya untuk mengimbangi dominasi teknologi dan kekuatan militer rezim Zionis.

Sementara Barat terus menyoroti program nuklir Iran sebagai ancaman, fakta bahwa Israel menjalankan program nuklir tanpa pengawasan internasional tampaknya mulai terkuak ke permukaan. Kini, dengan konfirmasi dari Badan Tertinggi Nuklir Dunia, retorika lama tentang siapa sebenarnya yang melanggar aturan tampaknya mulai kehilangan pijakan moral.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *