Ansharullah Peringatkan Konsekuensi ‘Perang Skala Besar di Kawasan’ Jika AS atau Israel Serang Iran
POROS PERLAWANAN – Gerakan Ansharullah Yaman memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi terhadap Republik Islam Iran, baik oleh Israel maupun Amerika Serikat, akan memicu respons besar dan menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam perang berskala luas.
Dalam wawancara eksklusif dengan majalah Newsweek yang berbasis di Amerika Serikat, seorang pejabat senior Ansharullah menyatakan bahwa kelompok tersebut kini berada dalam kondisi siaga penuh. Peringatan ini menyusul meningkatnya spekulasi atas kemungkinan serangan militer Israel terhadap Iran.
“Kami pada dasarnya sudah berada dalam kondisi perang dengan entitas Zionis, baik karena agresi terhadap Gaza maupun eskalasi serangan terhadap wilayah kami di Yaman,” kata sumber tersebut kepada Newsweek, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim, Kamis 12 Juni.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa Ansharullah terus meningkatkan intensitas operasinya terhadap Israel, dengan latar belakang memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza dan tingginya angka korban jiwa akibat serangan Israel.
“Kami senantiasa waspada dan memperkuat kesiapan tempur kami. Meningkatnya kekejaman di Gaza merupakan isyarat jelas bahwa rezim perampas ini harus dihadapi secara langsung,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa setiap tindakan agresif dari Amerika Serikat terhadap Ansharullah maupun Iran akan dianggap sebagai eskalasi serius yang dapat memperluas konflik secara regional.
“Amerika tidak memiliki legitimasi moral maupun hukum untuk melancarkan serangan atas nama kepentingan rezim Zionis, aktor utama instabilitas di Kawasan ini. Jika Washington menyeret rakyatnya ke dalam perang baru demi Tel Aviv, itu bukan hanya kesalahan strategis, melainkan juga bunuh diri politik,” ujarnya.
Pernyataan tegas dari Ansharullah ini datang setelah sejumlah laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat mulai mengevakuasi staf non-esensial dan keluarga diplomatnya dari beberapa negara di Timur Tengah, termasuk Irak, Bahrain, dan Kuwait.
Mengutip sumber anonim, The Washington Post melaporkan bahwa langkah evakuasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan serangan Israel terhadap Iran. Sementara itu, saluran televisi Channel 14 Israel melaporkan bahwa Militer Israel tengah mempersiapkan operasi besar terhadap Teheran.
Namun, sumber pejabat Iran yang dikutip Reuters menyatakan bahwa ancaman militer telah lama menjadi bagian dari strategi negosiasi Amerika, sebuah cara untuk memaksa Iran memberikan konsesi dalam perundingan yang sedang berlangsung.
Dalam pernyataan terpisah kepada jaringan berita Al-Mayadeen, seorang narasumber dari Iran menilai bahwa Washington, di bawah tekanan lobi pro-Israel, tengah membangun kesan seolah-olah Kawasan berada di ambang konflik militer.
“Sampai saat ini, tidak ada indikasi konkret bahwa ketegangan militer antara Iran dan Amerika akan meningkat secara nyata,” ujarnya, meredam rumor yang berkembang.
