Inggris Kerahkan Jet Tempur ke Timur Tengah Usai Serangan Israel ke Iran
POROS PERLAWANAN — Dilansir Almayadeen, Pemerintah Inggris mengumumkan pengerahan jet tempur dan pesawat pendukung tambahan ke Timur Tengah sebagai langkah tanggap darurat menyusul serangan udara besar-besaran Israel terhadap Iran. Langkah ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer dalam perjalanannya menuju KTT G-7 di Kanada, pada Jumat 13 Juni.
Starmer menegaskan bahwa pengerahan tersebut merupakan bentuk “dukungan darurat” bagi Kawasan yang tengah bergolak, sembari menyerukan pentingnya de-eskalasi konflik. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan militer Inggris dalam membela Israel jika terjadi pembalasan dari Iran. “Saya akan selalu mengambil keputusan terbaik demi kepentingan Inggris,” ujar Starmer. “Kami telah memindahkan sejumlah aset, termasuk jet tempur, untuk mendukung stabilitas Kawasan.”
Downing Street mengonfirmasi bahwa pengerahan ini mencakup pesawat tempur cepat serta pesawat pengisian bahan bakar, yang bergabung dengan kekuatan Inggris yang telah lebih dulu ditempatkan di wilayah tersebut. Langkah ini dilaporkan dimulai tak lama setelah Israel meluncurkan serangan udara yang menyasar para pemimpin militer senior Iran serta infrastruktur nuklir penting.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Inggris terlibat langsung dalam mencegat rudal atau drone Iran, Starmer enggan merinci. “Situasinya terus berkembang. Ini adalah keputusan operasional yang sensitif,” ujarnya.
Soal apakah Inggris mengetahui rencana Israel sebelumnya, Pemerintah belum memberikan pernyataan resmi. Namun, Starmer menyebut ada komunikasi intensif antara Inggris, AS, dan sekutu lainnya. Ia juga telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, serta sejumlah pemimpin dunia lainnya, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy turut menyuarakan pesan serupa dalam percakapannya dengan Menlu Iran, Abbas Araghchi, menyerukan agar semua pihak menahan diri.
Sementara itu, Iran mengecam tindakan Inggris sebagai bentuk keterlibatan tidak netral, menyusul batalnya pembicaraan nuklir di Muscat, Oman. Pemerintah Iran menuding agresi Israel tak lepas dari dukungan Barat, seraya mendesak dunia internasional untuk bersikap tegas terhadap pelanggaran hukum internasional oleh Israel.
