Soroka: Rumah Sakit atau Tameng Militer Israel?
POROS PERLAWANAN – Ketika rudal-rudal Iran menghantam jantung militer Zionis, Tel Aviv tak butuh waktu lama untuk meluncurkan senjata favorit mereka: kebohongan.
Gelombang serangan presisi Iran yang disebut paling luas dalam sejarah konflik dengan entitas Zionis, mengguncang struktur militer Israel di berbagai titik vital. Namun, alih-alih bicara soal kerusakan sistem komando dan jaringan intelijen mereka, media Zionis justru menggiring narasi murahan: Iran menyerang rumah sakit!.
Sasaran tudingan? Rumah Sakit Soroka di Beersheba.
Tapi tunggu dulu. Mari kita bedah anatomi kebohongan ini.
Gav-Yam: Markas Militer Berkedok Zona Sipil
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa lokasi yang dihantam rudal Iran bukanlah fasilitas kesehatan sipil biasa. Target sebenarnya adalah kompleks Gav-Yam, pusat kendali Komando dan Intelijen IDF (IDF C4I), yang berdempetan langsung dengan Rumah Sakit Soroka. Di sinilah rezim Zionis menyembunyikan infrastruktur cyber, pusat C4ISR, dan ribuan tentara aktif mereka, tepat di balik tirai kedok “rumah sakit umum”.
Gambar satelit menunjukkan lokasi strategis ini ditanamkan dengan cermat, menggunakan keberadaan rumah sakit sebagai tameng propaganda. Ketika dihantam, dunia disodori narasi manipulatif: “Iran serang rumah sakit”. Padahal yang luluh lantak adalah otak digital Militer Zionis.
Bukankah Ini Justru Pelanggaran Etik Zionis Sendiri?
Satu pertanyaan yang menggantung di udara dan wajib ditodongkan: Mengapa fasilitas militer berisiko tinggi ditempatkan di samping rumah sakit?
Jawabannya terang: untuk mengeksploitasi perlindungan hukum internasional yang melekat pada fasilitas sipil. Ini bukan strategi defensif, tapi manuver licik untuk membangun narasi “korban”/
bila serangan datang.
Fakta Lapangan Bungkam Narasi Mereka
1. The Guardian melaporkan bahwa Rumah Sakit Soroka merawat tentara Israel yang terluka. Artinya, rumah sakit ini bukan zona netral.
2. Kementerian Kesehatan Israel mengakui rumah sakit tetap beroperasi, hanya mengalami “kerusakan kecil”. Jadi, mana cerita dramatis ala Hollywood tentang rumah sakit hancur?
3. Magen David Adom bahkan mengonfirmasi bahwa pusat penelitian biologi yang menjadi bagian dari kompleks itu, bukan rumah sakit yang dihantam. Pusat ini dikenal sebagai area keamanan tinggi.
Sebagai catatan: pihak rumah sakit telah menerima peringatan evakuasi sebelumnya. Artinya, pihak Iran tidak bertindak sembrono. Mereka tahu apa yang mereka targetkan, dan siapa yang berlindung di balik jubah medis.
Zionis Mainkan Kartu “Korban” Setelah Terpojok
Klaim “pengeboman rumah sakit” bukan sekadar dusta, melainkan langkah sistematis untuk mengalihkan perhatian dunia dari keruntuhan posisi militer strategis Zionis. Ini juga dimaksudkan untuk mengkriminalisasi Perlawanan dan memulihkan citra mereka yang tengah runtuh di hadapan opini publik global.
Ironisnya, rezim yang kini berteriak soal etika medis adalah pihak yang secara rutin menargetkan rumah sakit, ambulans, tenaga medis, hingga bayi inkubator dalam agresinya ke Gaza, Lebanon, bahkan Suriah.
Hal yang Mereka Takutkan Bukan Rudal, Tapi Kebenaran
Serangan Iran bukan sekadar balasan. Ini adalah penyingkapan, bahwa di balik citra “rumah sakit”, terdapat pusat kendali imperialisme lokal yang kini telah terpukul.
Kebenaran yang paling mereka takuti bukan berada di ujung rudal, tapi di ujung pena dan kamera yang berani menunjukkan: Rumah Sakit Soroka bukan zona kemanusiaan. Itu adalah pangkalan militer berdarah sipil.
