Putin: Dengan Janji dan Omong Kosong, Barat Kelabui dan Tipu Mentah-mentah Rusia Soal NATO
POROS PERLAWANAN – Pada hari Jumat 27 Juni, Presiden Rusia, Vladimir Putin berkata bahwa negara-negara Barat telah mengelabui Moskow dengan janji bahwa “NATO tidak akan diperluas.”
“NATO telah berjanji untuk tidak melakukan perluasan ‘bahkan satu inci sekalipun’ ke arah timur. Namun NATO telah melakukan perluasan hingga beberapa tahap. Ini berarti penipuan terhadap Rusia,” kata Putin, Fars melaporkan.
“Keamanan sebuah negara tidak boleh diwujudkan dengan membuat negara lain tidak aman,” imbuhnya.
Perang Ukraina dimulai pada Februari 2022, menyusul propaganda dan janji yang diumbar AS selama beberapa bulan sebelumnya bahwa “Ukraina mungkin diundang untuk bergabung dengan NATO.”
Moskow menganggap janji-janji tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan tahun 1990 antara pimpinan AS dan Uni Soviet masa itu. Perjanjian tersebut memberi jaminan kepada Moskow bahwa “NATO tidak akan bergerak ke arah timur seinci pun.”
Sebelum dimulainya operasi militer Moskow di Ukraina, Presiden Rusia berkata, tindak tanduk AS menunjukkan bahwa “semua jaminan itu tak lebih dari omong kosong.”
Putin menegaskan bahwa Barat, dan bukan Rusia, yang terlebih dahulu mengambil sikap agresif.
“Selama 8 tahun, Rusia berusaha mengatasi masalah Dunbass melalui cara damai. Namun Barat mengelabui Rusia dan menyulut perang yang tidak dideklarasikan di kawasan tersebut,” tandas Putin.
Ia juga menuding Barat menyebarkan pemikiran separatisme dan terorisme. Barat juga dituduhnya mendukung gagasan bahwa “segala hal yang melawan Rusia bisa dibenarkan dan diterima.”
