Pejabat Senior IRGC: Koordinat Semua Pangkalan Musuh Telah Kami Kunci dalam Basis Data Ribuan Rudal
POROS PERLAWANAN – Asisten sekaligus Penasihat senior Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Sayyid Yahya Safavi menyatakan bahwa seluruh kepentingan dan pangkalan militer musuh telah tercatat dalam basis data rudal Iran. Pernyataan ini disampaikan dalam upacara peringatan syahidnya Letnan Jenderal Mohammad Baqeri beserta istri dan putrinya yang digelar Senin malam 30 Juni, di Husseiniyah Fatima Al-Zahra.
“Jika musuh kembali melakukan kesalahan, maka di bawah komando Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, seluruh kepentingan dan basis mereka akan menghadapi dampak yang lebih parah dan ancaman yang sangat serius,” tegas Safavi menurut laporan Tasnimnews.
Ia menambahkan bahwa para syuhada dari kalangan pejabat telah mengorbankan hidup mereka selama lebih dari 40 tahun demi membela Republik Islam Iran dan Poros Perlawanan Islam.
“Bangsa Iran yang agung semakin mengenal putra-putra terbaiknya dan telah mampu mengidentifikasi para pengkhianat dalam berbagai peristiwa terakhir. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade menghadapi musuh, saya tegaskan dengan keyakinan penuh bahwa kemenangan ada di pihak bangsa Iran, sementara kekalahan menjadi milik kekuatan-kekuatan jahat, baik besar maupun kecil,” ujarnya.
Safavi menyebutkan bahwa apa yang ia istilahkan sebagai “Setan Besar dan Setan Kecil” telah gagal mencapai tujuan mereka, termasuk menggulingkan Revolusi, memecah-belah bangsa Iran, serta melancarkan kudeta.
“Dengan rahmat Tuhan dan bimbingan Pemimpin Tertinggi, seluruh skenario mereka gagal. Siklus kehancuran Zionis justru semakin cepat, dan waktu yang pernah diprediksi Pemimpin Tertinggi kini makin mendekat,” ungkapnya.
Terkait perkembangan Kawasan, Safavi menyampaikan bahwa darah para martir di Gaza, Lebanon, Suriah, serta anggota Poros Perlawanan, termasuk para martir asal Iran, akan menjadi sebab tumbangnya rezim Zionis.
“Kematian politik rezim Zionis dan Netanyahu sudah dekat,” katanya.
Kepada para pemimpin Amerika, Safavi mengingatkan bahwa proyek “Timur Tengah Raya” telah gagal total. “Timur Tengah Raya yang dipimpin oleh Revolusi Islam dan Front Perlawanan akan terus berkembang. Dengan populasi Muslim global yang mencapai 1,6 miliar jiwa, kekuatan dunia Islam akan meningkat sementara pengaruh Amerika akan merosot,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan dunia Islam pada akhirnya akan mengalahkan kekuatan Barat. “Zionis dan Amerika harus sadar bahwa bangsa Iran tidak akan melupakan darah para Syuhada. Kami akan terus berjuang hingga akhir.”
Safavi juga menyatakan bahwa Iran sangat memahami struktur, pangkalan, dan kekuatan militer musuh di Kawasan. “Kekuatan Garda Revolusi telah melampaui batas Timur Tengah. Ribuan rudal kami telah mengunci koordinat semua pangkalan musuh dalam basis data mereka,” tandasnya.
Merujuk pada kesiapan sistem pertahanan dan daftar target yang telah ditentukan, Safavi memperingatkan: “Musuh sangat memahami bahwa jika mereka melakukan kesalahan lagi, balasan yang mereka terima akan jauh lebih keras dan berbahaya.”
Ia juga menyinggung soal semangat rakyat Iran: “Selama bertahun-tahun, kami telah mengorbankan banyak syuhada yang justru memperkuat bangsa ini. Meski musuh berusaha menebar keputusasaan, prosesi pemakaman para martir menunjukkan kekuatan moral rakyat Iran di mata dunia.”
Lebih lanjut, Safavi menyatakan bahwa masyarakat dunia menyaksikan keteguhan Iran dalam menghadapi kekuatan besar. “Bangsa-bangsa tertindas di Palestina, Lebanon, dan negara-negara Islam lainnya, serta para pencinta kebebasan di dunia, kini tahu bahwa Iran tidak tunduk pada tekanan Amerika. Serangan kami ke pangkalan Al-Udeid membuktikan itu, dan klaim bahwa rudal kami tidak mengenai sasaran adalah kebohongan. Sedikitnya, enam rudal mengenai pangkalan tersebut,” katanya.
Menutup pernyataannya, Safavi memberikan peringatan keras: “Jika musuh memulai babak baru konfrontasi, maka Iran akan membuka babak perlawanan yang jauh melampaui imajinasi mereka. Kemenangan akhir akan menjadi milik bangsa Iran yang diberkahi Al-Quran dan Ahlulbait. Sementara itu, Amerika dan Zionis akan menjadi pihak yang dikalahkan.”
