Disambut Hangat Opini Publik, Slogan ‘Mampus IDF’ pun Mendunia
POROS PERLAWANAN – Duo Punk-Rap Inggris, Bob Vylan pada Sabtu 28 Juni lalu meneriakkan yel-yel “mampus IDF” dalam festival musik tahunan paling terkenal Glastonbury di Inggris. Meski aksi tersebut membuat konser Bob Vylan dibatalkan di Britania, AS, dan, baru-baru ini, Jerman, slogan tersebut meraih popularitas global di tengah publik dunia.
Diberitakan Fars, para pegiat medsos dari berbagai negara menyatakan dukungan mereka terhadap slogan “mampus Militer Israel” yang diserukan Vylan. Mereka memandangnya sebagai simbol penentangan terhadap ketidakadilan. Para netizen mengulang-ulang slogan tersebut di laman Instagram dan menunjukkan penentangan terhadap tindakan tak berperikemanusiaan Militer Israel di Gaza.
Di sejumlah negara, seperti Jerman, terlihat grafiti-grafiti di tembok bertuliskan “Death to The IDF!”
Aksi rapper ternama Inggris yang mendukung warga Gaza dan Palestina menyulut amarah negara-negara Barat. Para pejabat Inggris, AS, dan Jerman telah membatalkan konser Vylan.
Slogan ini disusul oleh berbagai respons internasional, bahkan penyelidikan kriminal di Britania. Stasiun televisi BBC, yang menayangkan pentas Vylan secara live, belakangan meminta maaf lantaran tidak menghentikan penyiarannya. Kontroversi media dan kekhawatiran lokal di Jerman dianggap sebagai penyebab dihapusnya Bob Vylan dari festival pada September mendatang.
Berikut ini adalah komentar netizen terhadap slogan “mampus IDF” dan pembatalan konser Bob Vylan di Jerman:

“Terima kasih Bob Vylan karena telah memulai slogan ini, yang menginspirasi kami semua.”

“Semoga kebenaran menang! Semoga Militer Israel kehilangan kekuatannya!”

“Saya menghargai siapa pun yang menulis slogan ini.”

“Dia mendapatkan begitu banyak apresiasi dan pendukung, sehingga ia bisa menjadikan pengusirannya dari negara-negara tersebut sebagai medali kehormatan bagi dirinya.”

“Jerman selalu berpihak di sisi sejarah yang salah. Memalukan!”

“Jerman sungguh memalukan! Saya gembira sudah meninggalkan negara ini.”

“Sebagai seorang warga Jerman, saya sungguh malu. Merdeka Palestina!”
