Sebut Bela Tanah Air ‘Tak Perlu Izin’ Siapa pun, Syekh Naim Qasim: Minta Agresor untuk Pergi, Bukan Paksa Letakkan Senjata Kami
POROS PERLAWANAN — Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Syekh Naim Qasim, menegaskan bahwa membela Tanah Air adalah hak yang tidak memerlukan izin dari siapa pun. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah pidato peringatan hari berkabung para pemimpin dan komandan syuhada, seperti dilaporkan oleh Al-Manar pada Sabtu 5 Juli.
Dalam pidatonya yang disampaikan di tengah suasana Muharam, Syekh Qasim menanggapi seruan sejumlah pihak yang mendesak Hizbullah untuk meletakkan senjata. Ia menyatakan dengan tegas: “Mintalah agresor untuk pergi, bukan kami, karena kamilah yang membela tanah ini.”
Ia juga mengkritik narasi yang hanya menekan Kelompok Perlawanan tanpa menyinggung agresi yang dilakukan oleh musuh. “Apakah masuk akal jika agresi musuh tak pernah dikutuk, tetapi rakyatnya justru diminta menurunkan senjata lebih dulu? Jika ada pihak yang memilih menyerah, itu keputusan mereka. Namun kami tidak akan menyerah. Slogan kami adalah: ‘Kami bukan orang-orang yang sudi dipermalukan’.”
Syekh Qasim juga mengecam pihak-pihak yang, menurutnya, keliru menilai bahwa tekanan terhadap Perlawanan dapat berhasil jika didukung oleh kekuatan eksternal. “Kalian salah dalam perhitungan jika mengira bisa menundukkan Perlawanan hanya dengan mengandalkan kekuatan pihak lain. Bangsa yang memilih perlawanan tidak gentar terhadap musuh.”
Ia menegaskan kembali tujuan utama Hizbullah adalah pembebasan Tanah Air dari pendudukan. “Keberhasilan sejati adalah pembebasan wilayah kami. Itulah yang kami serukan, dan kami siap untuk mewujudkannya. Penjajah hari ini adalah Israel, dan mereka harus meninggalkan tanah kami. Perlawanan adalah satu-satunya cara untuk menghadapi pendudukan ini.”
Menutup pidatonya, Syekh Qasim menegaskan bahwa hak untuk mempertahankan Tanah Air bersifat mutlak dan tidak dapat dinegosiasikan. “Kami tidak memerlukan izin untuk membela negeri ini. Namun jika ada alternatif nyata untuk pertahanan, kami siap membahasnya secara terbuka dengan siapa pun yang mengeklaim memiliki solusi yang dapat diandalkan.”
