Media Zionis: Hamas Sukses Lancarkan Penyergapan Terbesar Selama Perang Gaza
POROS PERLAWANAN – Brigade al-Qassam pada Selasa dini hari 8 Juli menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi Rezim Pendudukan di Gaza. Sayap militer Hamas ini memperingatkan Rezim Zionis agar segera menghentikan agresinya ke kawasan tersebut.
Diberitakan Fars, Jubir Brigade al-Qassam, Abu Ubaidah angkat bicara soal operasi terbaru Perlawanan Palestina di Bet Hanoun. Ia mengatakan,”Kami telah meremukkan harga diri Militer kalian. Selama agresi masih berlanjut, pengiringan jenazah dan kepulangan mayat-mayat serdadu musuh akan menjadi bagian dari rutinitas.”
Sumber-sumber Palestina memberitakan detail operasi tersebut. Berdasarkan laporan ini, sebuah kendaraan militer Israel, yang memuat amunisi peledak dan disiapkan untuk menghancurkan gedung-gedung di Gaza, menjadi target sergapan dan menjadi neraka mematikan bagi serdadu Zionis. Seluruh tim teknis Zionis dalam kendaraan itu pun binasa.”
Menurut pemberitaan media-media Zionis, operasi tersebut menghentikan pertemuan Benyamin Netanyahu dengan Wakil Khusus Presiden AS di Asia Barat, Steven Witkoff di Washington.
Situs Hadashot Bazman memublikasikan foto wajah muram Netanyahu setelah dirinya diberi tahu tentang situasi lapangan di utara Gaza.
Pertemuan Netanyahu dengan Witkoff dan Menlu AS, Marko Rubio tetap berlangsung meski berakhir lebih cepat. Sebelumnya sempat diberitakan bahwa dua pertemuan tersebut dibatalkan.
Kanal Russia Today mendeskripsikan operasi di Bet Hanoun itu sebagai “penyergapan Hamas yang sangat sukses.” Russia Today dalam laporannya menyatakan,”Ledakan pertama menghancurkan sebuah tank. Ledakan kedua menargetkan tim penolong pertama, sementara ledakan ketiga menyasar tim penolong kedua yang dikirim untuk menyelamatkan tim penolong pertama dan serdadu yang terluka.”
“Bom keempat yang dibarengi roket antitank dan senapan mesin menargetkan para serdadu Zionis yang terluka dalam penyergapan tersebut. Penyergapan beruntun ini berarti ada puluhan serdadu yang tewas dan terluka. Namun Militer Israel hingga kini mengeklaim, hanya 6 serdadu yang tewas.”
Sumber-sumber Zionis mengkritik klaim-klaim Kabinet Netanyahu dengan menyatakan,”Tampaknya penyergapan beruntun ini adalah operasi terbesar Hamas selama perang. Dan itu terjadi di Bet Hanoun, yang kabarnya ‘sudah disterilkan dari Hamas sejak berbulan-bulan!’”
