Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Israel Pindahkan Jurnalis Senior Palestina Nasser al-Lahham ke Penjara Ofer yang Terkenal Kejam

https://porosperlawanan.com/jurnalis-palestina-nasser-al-lahham-dibebaskan-setelah-penahanan-sewenang-wenang-oleh-israel.html

POROS PERLAWANAN – Dilansir Almayadeen, otoritas pendudukan Israel kembali memperlihatkan tekanan keras terhadap kebebasan pers di Palestina dengan memindahkan Nasser al-Lahham, kepala biro saluran berita Almayadeen di wilayah Palestina, ke Penjara Ofer, salah satu penjara paling brutal di Tepi Barat.

Informasi ini dikonfirmasi oleh Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina bersama dengan Masyarakat Tahanan Palestina (PPS), yang menyebutkan bahwa al-Lahham sebelumnya ditahan di pusat interogasi Maskoubiye di Yerusalem. Ia dijadwalkan menjalani sidang pengadilan pada Kamis, 10 Juli mendatang.

Penangkapan al-Lahham terjadi saat fajar di kediamannya di Beit Lahm, sebagai bagian dari gelombang represi besar-besaran terhadap jurnalis sejak dimulainya agresi militer Israel ke Gaza. Menurut PPS, hingga kini setidaknya 193 jurnalis telah ditahan, dan 50 di antaranya termasuk al-Lahham masih berada dalam tahanan.

Serikat Jurnalis Palestina menyatakan bahwa interogasi terhadap al-Lahham menyoroti perannya dalam pemberitaan kritis melalui jaringan Almayadeen. Banyak jurnalis yang ditahan dituduh melakukan “hasutan” lewat media sosial atau berita yang mereka publikasikan, dan sebagian lainnya ditahan tanpa dakwaan resmi melalui penahanan administratif yang didasarkan pada “berkas rahasia”.

Sementara itu, jaringan Almayadeen mengeluarkan pernyataan keras yang mengecam penahanan al-Lahham. Mereka menyebut tindakan Israel sebagai bagian dari serangan sistematis terhadap pers Palestina dan menuntut pembebasan segera terhadap jurnalis senior tersebut.

“Penahanan ini mencerminkan kebrutalan pendudukan dan kebenciannya terhadap suara-suara kebenaran,” demikian bunyi pernyataan resmi Almayadeen. “Nasser bukan sekadar jurnalis, ia simbol keteguhan dan dedikasi terhadap rakyat Palestina.”

Al-Lahham dikenal luas sebagai sosok berpengaruh di dunia jurnalisme Palestina, dengan lebih dari tiga dekade pengalaman. Sebelumnya, pada Oktober 2023, rumahnya sempat diserbu pasukan Israel, yang juga menangkap dua anak laki-lakinya dan menyerang anggota keluarganya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *