Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Utang Publik Israel Diprediksi Naik ke 71% PDB Akibat Dampak Perang

POROS PERLAWANAN – Perang berkelanjutan yang melibatkan Israel, termasuk eskalasi militer dengan Gaza dan Iran, kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap perekonomian domestik Rezim Zionis. Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Bank Sentral Israel, tingkat utang publik Israel diperkirakan akan meningkat secara signifikan, mencapai 71% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026 mendatang, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Laporan tersebut diungkapkan oleh situs ekonomi De Marker, yang berafiliasi dengan surat kabar Haaretz, dan menyoroti bahwa konsekuensi fiskal dari perang akan menghantui perekonomian Israel hingga setidaknya tahun 2027.

Perang Iran dan Gaza Dorong Beban Fiskal

Gubernur Bank Sentral, Amir Yaron memperingatkan bahwa biaya langsung dari konflik militer dengan Iran saja telah menyedot sekitar 1% dari total PDB Israel, atau setara 20 miliar Shekel. Dari jumlah itu, 10 miliar Shekel dialokasikan untuk pengeluaran sipil, termasuk kompensasi terhadap warga sipil yang terdampak serangan rudal dan evakuasi massal.

“Israel tidak hanya sedang menghadapi biaya perang saat ini, tetapi juga membayar harga dari konflik sebelumnya, seperti Operasi Pedang Besi di Gaza,” ungkap Yaron.

Risiko Resesi Berkelanjutan

Departemen Riset Bank Sentral juga mencatat bahwa kepercayaan pasar terhadap pemulihan ekonomi Israel tetap rendah. Bahkan tanda-tanda pemulihan awal dinilai sebagai bersifat sementara dan rentan terhadap guncangan tambahan, terutama akibat ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan.

“Dampak ekonomi perang bersifat sistemik dan berkepanjangan. Ketidakpastian fiskal juga diperparah oleh kebutuhan negara untuk memperluas belanja militer”, demikian isi laporan tersebut.

Anggaran 2026–2027 Akan Ditekan

Demi mengantisipasi tekanan fiskal, laporan itu menekankan bahwa pemerintah perlu melakukan penyesuaian struktural terhadap anggaran 2026 dan 2027, dengan mempertimbangkan pembengkakan utang dan defisit.

Bank Sentral juga mencatat bahwa skenario fiskal yang lebih berat akan memaksa pemerintah meningkatkan anggaran pertahanan, sekaligus menghadapi beban ganda dari kebutuhan sosial, pemulihan ekonomi, dan pembayaran kompensasi.

Tantangan Ekonomi Pasca-Konflik

Dengan tekanan geopolitik belum mereda dan ketidakpastian fiskal meningkat, Israel kini menghadapi risiko resesi jangka menengah, dengan tingkat utang publik yang berpotensi melewati batas aman secara fiskal.

De Marker menyimpulkan bahwa tantangan ekonomi pascaperang akan memaksa pemerintah mengambil keputusan sulit antara memperkuat pertahanan nasional atau menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di dalam negeri.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *