PM Spanyol Desak UE Tinjau Kerja Sama dengan Israel, Tegaskan Bukti Genosida terhadap Warga Palestina di Gaza Makin Nyata
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez melontarkan pernyataan tegas yang mengguncang kancah diplomasi Eropa. Dalam pidatonya di hadapan parlemen Spanyol pada Rabu 9 juli, Sanchez secara gamblang menyebut Israel telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza. Ia juga mengecam Uni Eropa karena dinilai gagal mengambil tindakan nyata atas kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlangsung.
“Tidak ada satu pun negara yang melanggar prinsip dasar Uni Eropa, termasuk penggunaan kelaparan dan kekerasan militer untuk menghancurkan suatu bangsa yang layak menjadi mitra Uni Eropa,” ujar Sanchez dengan nada keras. Ia menyoroti pembiaran Eropa terhadap krisis kemanusiaan di Gaza sebagai bentuk kegagalan moral.
Sanchez mengacu pada Pasal 2 dalam Perjanjian Asosiasi Uni Eropa–Israel, yang menegaskan bahwa hubungan bilateral hanya dapat berlangsung jika kedua pihak menghormati prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Ia mengungkapkan bahwa Spanyol dan Irlandia telah meminta peninjauan resmi terkait kepatuhan Israel terhadap perjanjian tersebut sejak Februari 2024. Namun, hingga kini, permintaan itu belum membuahkan hasil konkret.
Menurut Sanchez, laporan dari perwakilan khusus Uni Eropa yang diserahkan kepada para menteri luar negeri pada 23 Juni 2025 telah menunjukkan adanya “indikasi yang lebih dari cukup” bahwa Israel telah melanggar pasal tersebut. Meskipun demikian, Uni Eropa belum mengambil langkah tegas. Spanyol, katanya, akan terus mendorong agar kerja sama bilateral tersebut dihentikan jika pelanggaran hak asasi tetap terjadi.
Pernyataan keras ini muncul di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa di Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa hingga 9 Juli 2025, total 57.680 warga Palestina telah tewas dan 137.409 lainnya terluka sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023. Sementara hanya dalam 24 jam terakhir saja, serangan udara Israel menewaskan 105 orang dan melukai 530 lainnya.
Serangan juga menargetkan warga sipil yang mencoba mengakses bantuan kemanusiaan. Sejauh ini, 773 orang tewas dan lebih dari 5.100 lainnya terluka dalam insiden yang terjadi saat mereka mencari makanan atau bantuan medis. Kondisi ini diperburuk oleh runtuhnya sistem kesehatan di Gaza akibat kekurangan bahan bakar, kelebihan kapasitas rumah sakit, dan kehancuran infrastruktur.
Dengan jumlah korban yang terus meningkat dan situasi kemanusiaan yang memburuk, tekanan internasional terhadap Israel semakin besar. Pernyataan PM Spanyol ini diharapkan dapat menggugah Uni Eropa untuk tidak lagi diam dan segera bertindak sesuai prinsip yang dijunjungnya.
