Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Bongkar Upaya Pembunuhan Presiden oleh Israel di Tengah Serangan Militer

Iran Bongkar Upaya Pembunuhan Presiden oleh Israel di Tengah Serangan Militer

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, Pemerintah Iran mengkonfirmasi bahwa Israel telah melakukan upaya pembunuhan terhadap Presiden Masoud Pezeshkian dalam serangan militer yang terjadi pada puncak ketegangan bulan Juni lalu. Tuduhan ini diungkap secara eksklusif oleh penasihat senior kepresidenan, Sayyed Mehdi Tabatabaei, dalam wawancara dengan media Al Mayadeen pada Kamis, 10 Juli.

Menurut Sayyed Tabatabaei, serangan tersebut menargetkan pertemuan penting antara para pemimpin politik dan militer Iran, termasuk Presiden Pezeshkian sendiri. Ia menggambarkan serangan itu sebagai “ledakan besar” yang dirancang untuk menghentikan kepemimpinan Iran di tengah agresi militer Israel yang sedang berlangsung.

“Ini bukan sekadar operasi militer biasa, tapi sebuah percobaan pembunuhan yang jelas-jelas diarahkan kepada kepala negara kami,” ungkap Sayyed Tabatabaei.

Ia juga menyatakan bahwa di hari-hari terakhir konfrontasi tersebut, sejumlah negara di kawasan menyampaikan pesan dari Amerika Serikat dan Israel yang mengusulkan gencatan senjata. Namun, Teheran menolak usulan itu, menganggapnya sebagai taktik diplomatik yang menipu.

Dalam pernyataan lainnya, Sayyed Tabatabaei menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka kembali perundingan jika hanya akan dimanfaatkan untuk melemahkan kepentingan strategisnya. Ia menyebut bahwa kemampuan rudal dan program nuklir Iran bukan untuk dinegosiasikan, melainkan bagian dari hak kedaulatan nasional yang tidak bisa dikompromikan.

Iran juga menyoroti sikap Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dianggap tidak adil dan berpihak. Sayyed Tabatabaei secara terbuka menyatakan ketidakpercayaannya terhadap Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi, menuding lembaga tersebut menerapkan standar ganda terhadap program nuklir Iran.

Sementara itu, Presiden Pezeshkian dalam wawancara dengan jurnalis Amerika Tucker Carlson membenarkan bahwa dirinya menjadi target dalam serangan Israel di bulan Juni.

Dalam pembicaraan dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, Pezeshkian menegaskan bahwa kerja sama Iran dengan IAEA hanya akan berlanjut jika badan tersebut menghapus bias dan diskriminasi dalam pendekatannya. Ia memperingatkan bahwa jika permusuhan berlanjut, Iran akan merespons dengan keras demi mempertahankan stabilitas nasional dan regional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *