Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Kuba Kecam Sanksi Baru Amerika, Tegaskan Takkan Goyahkan Semangat Revolusioner Rakyat dan Pemimpin Negara

Kuba Kecam Sanksi Baru AS, Tegaskan Tak Akan Hentikan Semangat Rakyat

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Pemerintah Kuba mengecam keras sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap para pejabat tinggi negara tersebut, termasuk Presiden Miguel Díaz-Canel. Langkah ini dianggap sebagai upaya gagal lainnya dari Washington untuk menggoyahkan kedaulatan dan semangat revolusioner rakyat Kuba.

Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez Parrilla menyampaikan kecaman tersebut dalam pernyataan resminya yang dipublikasikan melalui platform media sosial X. Ia menilai sanksi ini hanyalah kelanjutan dari kebijakan permusuhan lama AS terhadap Kuba yang tidak akan mampu menundukkan tekad rakyat dan pemimpin negara tersebut.

“AS bisa saja memberlakukan sanksi imigrasi dan melanjutkan perang ekonomi brutal yang telah berlangsung selama puluhan tahun terhadap Kuba”, tulis Rodríguez. “Namun mereka tidak akan pernah mampu mematahkan keinginan rakyat Kuba ataupun para pemimpinnya”.

Pernyataan keras Rodríguez tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengumumkan bahwa Washington telah menjatuhkan pembatasan visa terhadap sejumlah tokoh utama Pemerintah Kuba. Di antara nama-nama yang disebutkan termasuk Presiden Díaz-Canel, Menteri Pertahanan Alvaro Lopez Miera, dan Menteri Dalam Negeri Lazaro Alberto Alvarez Casas.

Tidak hanya itu, AS juga menambahkan hotel mewah Torre K di Havana ke dalam Daftar Terlarang Kuba, langkah yang diklaim bertujuan untuk mencegah masuknya Dolar AS ke “mesin penindasan rezim”.

“Rakyat Kuba kekurangan makanan, air, obat-obatan, dan listrik. Sementara itu, rezim malah menghamburkan uang untuk fasilitas mewah”, tuding Rubio dalam pernyataan tertulisnya.

Namun, Pemerintah Kuba menolak mentah-mentah tuduhan tersebut. Menurut Havana, krisis yang dialami rakyat Kuba bukan disebabkan oleh kesalahan internal, melainkan akibat dari embargo ekonomi AS yang telah berlangsung lebih dari enam dekade. Pemerintah Kuba menilai sanksi ini dirancang untuk menghancurkan perekonomian negara dan menimbulkan keresahan sosial di tengah masyarakat.

Meski terus ditekan, Kuba menegaskan bahwa semangat rakyat dan komitmen pada jalur Revolusi tidak akan tergoyahkan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *